Dengan membawa sejumlah peralatan seperti selang dan ikat pinggang, warga yang terganggu dengan suara bising knalpot brong yang digunakan remaja untuk kebut-kebutan pun tak segan-segan melayangkan selang dan ikat pinggang tersebut ke para remaja yang terlibat.
Upaya itu dilakukan warga lantaran telah geram dengan aksi kebut-kebutan yang mengganggu istirahat warga saat dini hari. Belum lagi aksi itu seolah rutin dilakukan saat weekend telah tiba seperti Sabtu malam hingga menjelang Minggu dini hari.
Para remaja itu biasanya memulai aksinya dengan start di lampu lalu lintas simpang BC hingga mengarah ke kawasan Lapangan Merdeka, Balikpapan Kota. Remaja tersebut memacu kendaraannya bak sedang berada di dalam sebuah sirkuit balap.
Saat lampu lalu lintas menyala hijau, para remaja yang sudah berbaris di marka jalan pun langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Petugas Satlantas Polresta Balikpapan, Aipda Nasution yang mendapati aksi tersebut langsung menertibkan kendaraan yang terlibat balapan. Dimana, sebelumnya sejumlah warga berhasil menghentikan sejumlah remaja bersama kendaraannya.
"Saya baru pulang tugas pengawalan dan saat melintas di jalan ini saya lihat ramai akhirnya saya berhenti," kata Aipda Nasution, Minggu (14/1/2024).
Saat diamankan, sejumlah remaja nampak terluka pada bagian tangan, kaki hingga bibir. Diduga remaja yang terluka tersebut terjatuh saat dihentikan paksa oleh warga yang tinggal disekitar Jalan Jendral Sudirman. Untuk mengamankan situasi tersebut, Nasution pun dibantu URC 110 Samapta Polresta Balikpapan.
"Warga itu berkumpul, kebetulan sekelompok remaja ini sedang bawa kendaraan dengan kecepatan tinggi, sehingga warga berinisiatif menghentikannya secara paksa," ungkapnya.
Nasution melanjutkan bahwa dari lokasi tersebut, pihaknya mengamankan 8 kendaraan yang dikemudian digiring ke Mako Satlantas Polresta Balikpapan untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraan serta izin mengemudi para remaja tersebut. "Tadi satu kendaraan yang rusak. Saat ini sudah kami data dan kami bawa ke Satlantas untuk ditindak lanjuti," tutupnya.
Editor: Maruly Z