Kepala PT Pelni Cabang Balikpapan, Amin Amrulloh mengatakan, jumlah penumpang yang diangkut pada periode Nataru meningkat hingga 30 persen dibanding dengan tahun lalu pada periode yang sama.
"Peningkatan penumpang yang terjadi di luar ekspektasi kami. Sebab awalnya kami prediksi kenaikannya hanya 10 persen dibanding tahun lalu," kata Amin kepada korankaltim.com, Kamis (11/1/2024).
Peningkatan yang cukup tinggi tersebut menurut Amin tak lepas dari pengaruh pencabutan status pandemi yang kemudian beralih ke endemi. Pemberlakuan tersebut membuat calon penumpang kini tak perlu melampirkan bukti vaksin, antigen serta PCR saat bepergian.
"Karena sudah bebas. Sepertinya anemo untuk memanfaatkan libur Nataru juga semakin tinggi mengingat pemerintah juga telah menetapkan status endemi," ungkap Amin.
Amin melanjutkan, penumpang yang memanfaatkan armada PT Pelni selama periode Nataru kali ini juga sudah terbilang normal. Artinya, sama dengan periode Nataru 2019 sebelum adanya pandemi covid-19. "Kalau melihat jumlah penumpang sudah normal. 92 persen sudah sama dengan tahun 2019 sebelumnya adanya covid-19," kata dia.
Rute menuju kawasan timur khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) pun hingga saat ini masih menjadi rute favorit selama periode Nataru 2023 atau rute yang paling banyak dituju. Dimana, rata-rata para penumpang yang merupakan pekerja sawit yang tersebar di Kaltim tersebut paling banyak berasal dari NTT.
Disisi lain, terkait dengan keberadaan calo, PT Pelni juga masih menemukan praktek tersebut pada periode Nataru kemarin. Namun Amin menyebutkan, jumlahnya tak terlalu signifikan.
"Ada penumpang dua orang, dia beli tiket melalui calo. Itu kami ketahui saat penumpang akan naik kekapal, namun identitas dan nama ditiket tidak sesuai, akhirnya kami tidak izinkan naik kekapal," ujarnya.
Editor: Maruly Z