Ada sekitar 20 truk melakukan penutupan dipintu masuk SPBU. Para sopir truk memarkirkan kendaraannya di pintu masuk dari sisi utara maupun sebaliknya Sehingga hanya menyisakan celah sempit antar truk yang bisa dilalui pejalan kaki.
Para sopir truk juga terlihat berkerumun di Kantor SPBU Kebun Sayur menuntut kejelasan dari stok solar bagi angkutan truk di SPBU tersebut.
Sejumlah personel kepolisian tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan guna mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan. Tola, seorang sopir mengatakan mereka sebelumnya tak ada niatan untuk menutup pintu masuk ke SPBU Kebun Sayur dan hanya ingin melakukan pengisian bahan bakar solar, namun setelah antre sejak sore, antrean truk yang telah memanjang tak kunjung berjalan.
"Kami sudah antre sejak sore tapi kok tidak maju-maju truk didepan. Gak ada niatan demo, cuma mau ngisi solar tapi kehabisan. Dari petugas SPBU tidak ada omongan kiriman solar, akhirnya teriak lah sopir-sopir yang sudah antre ini," kata Tola kepada Korankaltim.com disela aksi malam tadi.
Sopir yang telah mengantre sejak sore hari itu, mengira stok solar di SPBU Kebun Ssyur masih tersedia karena sudah sering melakukan pengisian di SPBU tersebut dengan jam yang sama.
"Sebelumnya memang sempat sopir ini ngisi di SPBU KM 13, itu karena disini (SPBU Kebun Sayur) lagi ada perbaikan. Sekarang kan sudah ganti mesin, sudah bisa mengisi lagi," ungkap Tola.
Tola dan para sopir lainnya hanya mengetahui bahwa pengiriman solar sudah normal sejak tanggal 1 hingga 3 Januari 2024 lalu. Para sopir pun mengancam akan bermalam bila pengisian solar tak kunjung dilayani.
Terpisah, Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Teguh Sanyoto mengatakan mereka langsung melakukan mediasi antara para sopir truk dengan pihak SPBU. Pihak SPBU telah berkoordinasi dengan Pertamina dan menyampaikan keluhan para sopir truk.
"Hasil mediasi, pengisian solar dialihkan ke SPBU KM 13. Nanti akan dibicarakan lagi oleh pihak SPBU dengan Pertamina," kata Teguh.
Usai dilakukan mediasi dan diberikan penjelasan oleh pihak kepolisian, para sopir truk pun kemudian bersedia membubarkan diri dari SPBU Kebun Sayur. Para sopir truk juga berharap pasokan solar di SPBU Kebun Sayur agar segera tersedia. "Alhamdulilah para sopir mau memahami kondisi yang terjadi dan tadi juga sudah ada pembicaraan antara Pertamina dan pengelola SPBU Kebun Sayur," pungkas Teguh.
Terpantau hingga Sabtu (6/1/2024) dini hari sekira pukul 00.20 WITA, para sopir truk akhirnya satu persatu mulai meninggalkan SPBU Kebun Sayur.
Editor: Aspian Nur