Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo mengatakan, pihaknta telah memperkirakan terjadi kenaikan pemakaian BBM jenis gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax dan Pertalite) hingga 3,9 persen atau 7.834 Kiloliter (KL) di saat normal menjadi 8.143 KL per hari saat Nataru. Kemudian jenis gasoil (Dex Series dan Biosolar) sebanyak 1,1 persen atau 3.244 (KL) saat normal menjadi 3.281 KL per hari ketika Nataru.
"Kalau LPG sebesar 4,6 persen dari 1.725 MT per hari di saat normal menjadi 1.804 MT, dan Avtur sebesar 0,9 persen dari rata-rata normal harian di wilayah Kalimantan," kata Alex, Senin (18/12/2023).
Untuk di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), estimasi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline mencapai 5,1 persen, BBM jenis gasoil sebesar 1,2 persen, kenaikan konsumsi LPG 7,3 persen dan untuk Avtur sebesar 6,1 persen dari rata-rata normal harian.
"Di Kaltim, gasoline dari 2.165 KL menjadi 2.274 KL, gasoil dari 780 KL menjadi 789 KL, dan LPG dari 490 MT menjadi 526 MT, selanjutnya untuk Avtur dari 262 KL menjadi 278 KL rata-rata harian normal," paparnya.
Pertamina turut menyiagakan SPBU di jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 85 unit. Tersebar di Kaltim 25 SPBU, Kalbar 15 SPBU, Kalteng 12 SPBU, Kaltara 2 SPBU dan Kalsel 31 SPBU.
Seluruh SPBU siaga ini akan beroperasi selama 24 jam dan telah dilakukan build up stok sejak H-7. Bahkan turut disiagakan 199 Agen LPG di seluruh wilayah Kalimantan.
"Pertamina dalam masa Satgas Nataru ini juga meningkatkan pelayanan dengan menyiagakan 85 SPBU dan 199 Agen LPG guna memberikan pelayanan kepada masyarakat," tambah Alex.
Sementara itu, untuk kuota dan stok BBM dan LPG serta Avtur di seluruh Kalimantan dalam keadaan aman dan Patra Niaga akan terus mengoptimalkan penyediaan stok tersebut. Terkait ketahanan stok rata-rata ketahanan stok antara 9 - 11 hari akumulatif.
Editor: Maruly Z