Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Jasa Pelabuhan (KSOP) Kelas I Balikpapan Capt Bharto Ari Raharjo selepas membuka Pos Koordinasi (Posko) Nataru di Pelabuhan Semayang Balikpapan Senin (18/12/2023) hari ini. Peningkatan penumpang disebutnya bakal mencapai 20 persen atau 7 ribu lebih banyak dari tahun 2022.
"Tahun lalu ada sekitar 37 ribu penumpang yang melalui Pelabuhan Semayang, tahun ini kami prediksi meningkat sampai diangka 44 ribu atau naik sekitar 7 ribu penumpang," kata jelas Bharto kepada Korankaltim.com.
Meski telah memprediksi akan adanya peningkatan jumlah penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan, KSOP belum melakukan penambahan armada ataupun jadwal keberangkatan kapal baik dari PT Pelni, PT Dharma Lautan Utama (DLU) ataupun PT Jembatan Nusantara karena armada dari masing-masing operator dianggap sudah cukup untuk mengangkut penumpang mudik pada periode Nataru 2023.
"Tidak ada tambahan, hanya PT Pelni saja ada meminta dispensasi penumpang untuk menghadapi Nataru tahun ini," jelas Bharto.
KSOP Kelas I Balikpapan juga sudah melakukan sejumlah persiapan lainnya untuk menghadapi kenaikan jumlah pejumpang pada periode Nataru tahun ini, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan para calon penumpang kapal.
Dari sisi kemanan KSOP Kelas I Balikpapan sudah berkoordinasi dengan TNI, Polri serta Basarnas dengan bersiaga di Posko Nataru yang mulai aktif 18 Desember 2023 hingga 8 Januari 2023 mendatang. Begitu juga dengan petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan serta Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Kami juga telah berkoordinasi dengan BMKG terkait dengan kondisi cuaca. Jika cuaca tidak memungkinkan maka keberangkatan nantinya bisa saja ditunda untuk menjaga faktor keselamatan bagi penumpang," papar Bharto.
Andai terjadi kecelakaan atau kendala selama pelayaran berlangsung mereka sudah bersiaga penuh serta berkoordinasi dengan tim dari Basarnas dengan menyiapkan kapal untuk melakukan penyelamatan.
Terkait peningkatan kasus Covid-19 saat ini, KSOP belum melakukan persiapan secara khusus, hanya pos pemeriksaan kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan tetap beroperasi di Posko Nataru dan didalam Pelabuhan Semayang.
"Kami selalu ikuti arahan dari pusat (Kemenhub), begitu terjadi lonjakan kasus atau ada arahan dari pusat, kami langsung menjalankan," pungkas Bharto.
Editor: Aspian Nur