Salah seorang warga Mentawir, Ryaandini mengatakan, selama tinggal di Kelurahan Mentawir, ia bersama warga lainnya harus menempuh jarak 9 kilometer (Km) untuk mendapatkan air minum yang layak untuk dikonsumsi. Air tersebut harus dibayar senilai Rp6 ribu per galonnya.
Biasanya, Ryaandini seminggu sekali harus pergi keluar dari Mentawir untuk membeli air minum dengan membawa empat galon sekaligus. "Empat galon itu biasanya bisa sampai satu minggu kebutuhan. Karena memang yang jual air minum cuma ada di desa tetangga," kata Ryaandini, Jumat (17/11/2023).
Ditempatnya tinggal, Ryaandini sebenarnya memiliki sumur galian. Air yang diperoleh cukup bersih, namun bila musim kemarau tiba, biasanya air di dalam sumur pun akan kering. Namun, Ryaandini mengaku, air sumur lebih sering ia gunakan untuk keperluan mandi dan mencuci. "Gali empat meter lebih sudah bisa dapat air sumur, tapi kalau musim kemarau biasanya air sumur juga ikut kering," kata dia.
Warga Mentawir kini tak perlu lagi jauh-jauh untuk mendapatkan air bersih yang bisa dikonsumsi untuk kebutuhan sehari-hari. Warga kini mendapatkan bantuan berupa fasilitas mesin pengolah air payau menjadi air mineral siap minum dengan bangunan pelindung permanen sejumlah 1 unit. Fasilitas ini dibangun di Kantor Lurah Mentawir dan akan dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat.
Lurah Mentawir, Nelva Susanti cukup senang dengan bantuan yang diberikan dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan).
Pihaknya akan mengumpulkan lembaga masyarakat di Kelurahan Mentawir untuk membahas pengelolaan bantuan mesin pengolah air payau menjadi air bersih tersebut. Menurutnya, ke depan warga tetap akan mengeluarkan biaya untuk melakukan perawatan mesin, filter air, serta listrik.
"Kalau secara gratis mungkin tidak, karena kami juga perlu membayar listrik serta perawatan dan mungkin penggantian filter air secara berkala," kata Nelva.
Di Kelurahan Mentawir lanjut Nelva terdapat setidaknya 4 RT dengan 679 jiwa atau 266 KK. Air yang dihasilkan dari depo pengisian yang telah dilengkapi mesin pengolah air payau menjadi air bersih tersebut nantinya akan mampu mencukupi kebutuhan 2 RT terdekat dari kantor lurah. Dalam sehari nantinya, depo pengisian mampu mengisi 40 galon setiap harinya. "Lembaga di sini nanti yang mengelola air. Mungkin minggu depan sudah bisa dimanfaatkan, karena saat ini sementara instalasinya masih dalam tahap penyelesaian," ujar dia.
Pimpinan AirNav Indonesia melalui Junior Manager Perencanaan dan Evaluasi TJSL, Mario Hendrawan mengatakan, bahwa Airnav Indonesia berkomitmen untuk melakukan perbaikan lingkungan serta peningkatan target akses sanitasi dan air bersih yang berkelanjutan khususnya diwilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sekitarnya.
Melalui program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) Airnav berkomitmen untuk memberikan akses air bersih bagi masyarakat yang telah diresmikan di Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU.
"Program TJSL AirNav Indonesia untuk Kelurahan Mentawir meliputi pembangunan fasilitas mesin pengolah air payau menjadi air mineral siap minum dengan bangunan pelindung permanen sebanyak 1 unit," kata Mario Hendrawan.
Kelurahan Mentawir lanjut Mario, merupakan salah satu wilayah yang akan menjadi bagian dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Namun, hingga saat ini, jaringan PDAM belum masuk ke wilayah tersebut. Pasokan air bersih hanya berasal dari sungai dan embung, yang kualitasnya rendah.
Selain itu, terdapat area pertambangan yang berlokasi berdekatan dengan dua aliran anak sungai Mentawir. Area pertambangan ini telah lama menjadi sumber air primer bagi penduduk lokal. Namun, sejak awal dekade 2000-an, kualitas air di sungai ini mengalami degradasi, yang ditandai dengan perubahan warna dan aroma, sehingga mengurangi kelayakannya untuk konsumsi.
Kondisi ini menyebabkan penduduk Kelurahan Mentawir dipaksa untuk mencari sumber air bersih alternatif dari lokasi yang relatif jauh. Hal ini tentu saja menyulitkan dan menambah biaya bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Melalui program TJSL AirNav Indonesia untuk Kelurahan Mentawir yang merupakan program prioritas BUMN ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjamin ketersediaan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat, meningkatkan kesehatan masyarakat, serta mengurangi beban ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan. "Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kelurahan Mentawir dan mendukung pembangunan IKN Nusantara yang berkelanjutan," tutup Mario.
Editor: Maruly Zainuddin