Kasat Lantas Polresta Balikpapan Komisaris Ropiyani menceritakan, kecelakaan bermula saat sepeda motor dengan nomor polisi KT 2351 ZG yang dikemudikan NP, pemuda berusia 21 tahun melintas dari arah Samarinda menuju Balikpapan melewati Jalan Soekarno-Hatta.
NP saat itu tak sendirian, berboncengan dengan rekannya RS yang berusia 19 tahun. Saat melintas di kawasan tersebut, dari arah berlawanan datang satu unit truk dan saat di jalan menikung KM 21, sepeda motor yang dikemudikan NP kemudian menyenggol truk.
"Saat motor melintas di jalan menikung ke kiri datang dari arah berlawanan sebuah truk," kata Ropiyani melalui keterangan tertulisnya kepada Korankaltim.com Senin (6/11).
Bagian belakang motor NP menyenggol truk tersebut membuat RS terjatuh ke badan jalan, tewas di lokasi tersebut setelah mengalami luka pada bagian kepala sementara NP yang terjatuh kekiri jalan luka ringan dibagian tangannya.
"Penumpang motor luka kepala dan meninggal dunia sementara pengemudi luka ditangannya," sebut Ropiyani.
Polisi yang mendapat laporan langsung menuju lokasi kecelakaan dan hanya mendapati sepeda motor milik NP yang hancur pada bagian roda belakang dan body depan sepeda motor.
Truk yang jadi penyebab kejadian tak ditemukan berada di lokasi kejadian, diduga sopirnya melarikan diri saat kecelakaan berlangsung.
Media ini juga mendapat informasi RS saat kejadian sempat terseret beberapa kilo meter dari lokasi kecelakaan. Namun, kepolisian belum bisa membenarkan terkait informasi yang beredar tersebut. "Saat ini kepolisian khususnya Satlantas masih melakukan lidik," tutup Ropiyani.
Editor: Aspian Nur