Hal tersebut menyusul beberapa pertimbangan, diantaranya jangan sampai warga mampu namun merasa tidak mampu. "Kan bahaya dong. Apalagi itu kan penyalurannya dana. Nanti ternyata salah salur dan nanti ada yang komplain karena yang mengajukan lebih mampu, nantikan salah juga, " ujarnya kepada awak media Senin (30/10/2023).
Ia tegaskan, untuk program Beasiswa Kaltim Tuntas itu yang dilihat bukan miskin dan tidak miskin, melainkan kecerdasan anak dan prestasinya. Artinya, jika berbicara prestasi, menurutnya ada pertimbangan juga dari Dinas Pendidikan untuk ikut terlibat menentukannya. "Kemudian dilihat juga latar belakangnya orang yang akan di bantu tersebut. Jadi memang tidak bisa main- main harus disalurkan kepada orang yang tepat dan orang yang memang berhak," jelasnya.
ia juga menambahkan, untuk program Beasiswa Kaltim Tuntas biasanya lebih melihat ke anaknya yang akan dibantu. "Jadi memang dalam hal ini provinsi yang menyalurkan bantuan tersebut. Akan tetapi dalam penyalurannya melihat dasarnya pada prestasi anak itu sendiri," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin