Kehadiran IKN diharapkan mampu menjadi magnet pertumbuhan untuk daerah-daerah yang berdampingan dengan IKN. Khususnya daerah yang berada pada jalur ALKI II.
ALKI sendiri merupaka alur laut yang ditetapkan sebagai alur untuk pelaksanaan hak lintas alur laut kepulauan berdasarkan konvensi hukum laut internasional. Sebagai ketetapan alur pelayaran internasional yang disetujui oleh International Maritime Organization (IMO).
"ALKI harus dimanfaatkan untuk meningkatkan potensi perekonomian dan menarik investasi untuk kemakmuran," kata Rahmad kepada Korankaltim.com siang tadi.
Potensi perkembangan perekonomian wilayah ALKI II terlihat dari pertumbuhan ekonomi 11 provinsi di wilayah ALKI II beberapa tahun belakangan.
"Secara rata-rata pertumbuhannya berada diatas ekonomi nasional yakni sebesar 5,41 sampai 6,03 persen. Sementara ditingkat nasional berada pada kisaran 5,02 sampai 5,17 persen," jelas Rahmad.
Dari pertumbuhan ekonomi tersebut daerah yang berada di wilayah ALKI II secara produk domestik regional bruto atau PDRD saat ini juga telah memberikan kontribusi sebesar 29 persen terhadap perekonomian Indonesia. "Dan ini menunjukkan tren yang meningkat dari tahun ketahun," sebut Rahmad.
Rahmad berpandangan masih perlu dilakukan kolaborasi antardaerah di wilayah ALKI II untuk timbuh bersama memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah terutama untuk memanfaatkan momentum pembangunan IKN saat ini yang berada diwilayah ALKI II.
Kegiatan ini menurutnya untuk mendukung IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ALKI II serta memperkenalkan budaya nusantara kepada dunia.
Editor: Aspian Nur