Anisa menceritakan, kejadian tak mengenakkan itu dialami pada awal September 2023, dimana pada pagi hari, Anisa yang hendak berangkat kerja mendapati mobilnya pecah pada ban bagian depan dan belakang sebelah kanan. "Ada potongan besi plat yang masih tertancap di ban. Saya awalnya mengira itu kena dijalan," kata Anisa kepada korankaltim.com, Sabtu (30/9/2023).
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 11 September 2023, Anisa yang berprofesi sebagai pengacara muda di Balikpapan ini kembali mendapati kejadian yang sama. Dimana ban bagian belakang dan depan pecah. "Saya dapati lagi besi plat yang sama tertancap di ban," bebernya.
Anisa pun mulai curiga bahwa ada yang menjahilinya dengan sengaja. Anisa pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke pihak apartemen GV. Namun sangat disayangkan, Anisa justru tidak mendapat respon yang memuaskan dari pengelola apartemen. "Laporan pertama awal September. Sampai 3 laporan berikutnya tidak ada tindakan," kata dia.
Setidaknya, Anisa mengalami empat kali kejadian yang tak mengenakan pada mobilnya yang sehari-hari digunakannya untuk bekerja tersebut. Puncaknya pada Kamis, 21 September 2023. Dimana pada pagi harinya, Anisa kembali mendapati mobil berwarna putih itu berubah warna menjadi kuning pada sebagian body mobil tepatnya di bagian atap, pintu sebelah kiri, bagasi belakang hingga ke pelang roda.
"Seperti disiram air keras. Saya sudah bawa ke pencucian mobil, gak bisa hilang itu nodanya. Malah sebagian lainnya mengelupas catnya," ungkap Anisa.
Merasa kesal dan cemas terhadap gangguan yang dialami tersebut, Anisa pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polresta Balikpapan. "Saya sudah lapor ke Polresta Balikpapan. Saya cuma berharap kasus pengerusakan ini dapat segera diungkap pihak kepolisian," imbuhnya.
Anisa juga berharap agar pengelola apartemen GV dapat segera memperbaiki sistem keamanan. Pasalnya, ia telah melapor berulang kali, namun lagi-lagi tak ada upaya maupun tindakan yang dilakukan pihak apartemen.
Padahal, ia selalu membayar uang iuran keamanan Rp135 ribu per bulannya, ditambah lagi disekitar apartemen miliknya itu tidak dilengkapi kamera pengintai atau CCTV untuk memeriksa siapa pelaku pengerusakan mobil tersebut.
Ditambahkan Anisa bahwa ia selama ini tak pernah memiliki persoalan dengan siapa pun, baik di apartemen tempatnya tinggal maupun di pekerjaannya. Media ini juga telah berupaya menghubungi ke pihak apartemen GV, namun, hingga kini belum ada respon dari pihak pengelola atas kejadian yang dialami Anisa sebagai salah satu penghuni apartemen.
Editor: Maruly Zainuddin