Rapat para pemangku kepentingan tersebut berlangsung kemarin hingga hari ini. Kegiatan ini dilaksanakan Aruna sebagai salah satu pendukung pemenuhan syarat dalam proses memperoleh sertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) yang sudah dilakukan Aruna awal tahun lalu berupa kegiatan pre-assessment.
Bersamaan dengan kegiatan itu digelar pula Bimbingan Teknis (Bimtek) Perikanan Tingkat 1 yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemahaman pemangku kepentingan mengenai standar sertifikasi MSC untuk mewujudkan perikanan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Tentunya, rangkaian kegiatan ini akan memberikan dampak yang baik bagi potensi perikanan rajungan di Kaltim
Direktur Kapal dan Alat Penangkapan Ikan di Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Idnillah sangat mendukung inisiasi Aruna dalam melakukan program perbaikan perikanan rajungan di Kaltim.
Langkah Aruna itu disebutnya dapat meningkatkan kualitas hasil perikanan di Kaltim. “Harapan kami, program ini juga dapat mendorong penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan dan mengoptimalkan legalitas kapal penangkapan ikan,” kata Adnillah.
Adapun hasil dari rangkaian keseluruhan agenda merumuskan terbentuknya panel konsultatif pengurus pengelolaan Rajungan Kalimantan Timur dan Rencana Aksi program perbaikan perikanan Rajungan (Fisheries Improvement Progress).
Hadir pada kegiatan ini Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Balikpapan, Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Pusat Riset Perikanan Badan Riset dan Inovasi Nasional (PUSRISKAN BRIN), Satuan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Satwas SDKP) Tarakan, Badan Karantina Ikan, hingga Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Balikpapan.
Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna Utari Octavianty berharap dari rapat ini Aruna dapat berkolaborasi dengan lebih banyak pemangku kepentingan sekaligus bekerjasama dengan mereka melalui fungsi Aruna di panel konsultatif.
“Semoga kami tak hanya dapat menyusun rencana strategis untuk pengelolaan perikanan rajungan berkelanjutan, tetapi juga secara konsisten merealisasikannya bersama-sama,” harap Utari.
Editor: Aspian Nur