"Pointnya untuk jangka pendek kami akan mengirim pompa ke sana (Perumahan GPA) untuk menyedot air yang ada di sana. Kemudian secepatnya kami akan memanggil kedua belah pihak yaitu pengembang," ujarnya kepada awak media.
Ia terangkan, Pemkot juga sudah melakukan komunikasi kepada para pengembang agar membangun drainase di Perumahan GPA, meski diakuinya, ada salah satu pengembang yang sulit diajak mediasi. "Jadi memang ada regulasi ketentuan dan kewajiban dari para pengembang. Kalau itu tidak dipenuhi, dasar itu yang kami untuk masuk dan menekan mereka (pengembang)," bebernya.
Sementara itu, Ketua RT 52 Perumahan GPA, Tati menambahkan, berdasarkan pertemuan yang telah dilakukan pihaknya memastikan warga menerima hasil pertemuan, karena dari rangkaian aksi seperti demonstrasi, warga hanya meminta dibangunkan drainse dan sudah ada kesepakatan rencana Pembangunan tersebut.
"Kami akan menunggu (realisasinya), apabila tidak ada tindaklanjutnya, kami akan sampaikan kepada lurah, camat, atau DPRD. Karena yang terpenting air disedot dulu, sehingga kubangan air tidak ada, sehingga memudahkan masyarakat yang di sana untuk melakukan aktivitas baik itu bekerja dan sebagainya," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin