Peristiwa itu terjadi Sabtu (16/9/2023) akhir pekan tadi sekitar pukul 19.00 WITA di kawasan Jalan Karang Jawa, Gang Merpati RT 8 Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Utara.
Ayah ER bernama Siswato menjelaskan, sesaat sebelum kejadian anaknya itu baru pulang dari mengaji bersama empat temannya. Ditengah perjalanan pulang, ER dan rekannya tiba-tiba dikejar oleh TG.
Rupanya, aksi pengejaran itu merupakan buntut dari keusilan teman ER berinisial FR yang diduga melempari atap rumah TG saat melintas. Anaknya yang saat itu mendadak dikejar oleh TG padahal ER sudah menyebutkan bukan dia pelaku pelemparan itu.
"Anak saya sudah bilang maaf pas dikejar dan sudah bilang kalau yang melempar rumah TG bukan dia tapi anak saya tetap dikejar dan ditendang," kata Siswanto ditemui di Polresta Balikpapan, Rabu (20/9/2023) hari ini.
ER pun tak bisa menghindar, tendangan TG saat itu mengenai kaki sebelah kanan ER. Akibatnya ER pun terlempar dan sempat terseret. Tubuhnya pun mengalami sejumlah luka pada bagian siku kaki dan pinggannya.
Meski telah sempat terjatuh, ER yang sudah ketakutan pun masih berupaya melarikan diri. ER pun saat itu nekat memasuki salah satu rumah warga untuk bersembunyi karena takut dengan kejaran TG.
Mengetahui ER mengalami sejumlah luka, Siswanto pun lantas menanyakan kejadian tersebut. Dari keterangan ER sang ayah saat itu pun sempat mendatangi kediaman TG untuk dilakukan mediasi serta mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi hingga ER harus mendapat tendangan dari TG.
Namun saat ditemui TG membantah mendang ER hingga tersungkur. Siswanto mengatakan TG berdalih luka ER tersebut akibat jatuh setelah berlari bukan ditendang. Namun saat itu, ER dan adiknya bersikukuh ER jatuh karena ditendang oleh TG setelah berupaya menghindari kejaran TG.
"Karena TG ini gak ngaku, akhirnya saya pun memilih melaporkannya ke PPA Polresta Baliipapan. Saya juga disarankan sama Bhabinkamtibmas untui membuat visum," ujar Siswanto .
Dari hasil visum tersebut, ER mengalami sejumlah luka disiku, pinggang dan kakinya. Bahkan kakinya pun mengalami memar diduga bekas tendangan yang dilakukan oleh TG.
Siswanto berharap laporan yang dilayangkannya ke Polresta Balikpapan dapat segera diproses atas dugaan tindak penganiayaan yang dialami anaknya ER.
Sementara itu, Kanit PPA Satreskrim Polresta Balikpapan, Ipda Iskandar memastikan laporan korban telah diterima pihaknya. Saat ini, perkara tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. "Masih penyelidikan, korban kita sudah terima laporannya,sudah di BAP dan sudah di visum," kata Iskandar.
Editor: Aspian Nur