Minggu (20/8/2023) hari ini, mereka menggelar Shorinjin Kempo Festival 2023 yang berlangsung di mal di Kota Beriman, diikuti puluhan kenshi yang unjuk kemampuan pada festival tersebut.
Ketua Pelaksana Balikpapan Shorijin Kempo Festival 2023 Reni Octavia menjelaskan, Kalimantan Timur menjadi provinsi pertama penjaringan atlet DBON yang disosialisasikan Kemenpora RI bersama DBON Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Tujuan diadakanya festival ini juga sebagai sosialisasi tentang seni bela diri kempo di Balikpapan.
"Tujuannya pastinya menjaring atlet baru DBON sesuai dengan sosialisasi Kemenpora beberapa waktu lalu," kata Reni Octavia kepada Korankaltim.com disela kegiatan .
Reni yang merupakan juga mantan atlet kempo Kaltim pada PON ke XV/2000 di Jawa Timur menambahkan, Shorijin Kempo merupakan seni bela diri tertua di Balikpapan, namun seiring berjalannya waktu, ketenaran olahraga ini perlahan surut sehingga dengan gelaran saat ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali ke masyarakat luas. "Ini juga sekaligus memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.
Ada sekitar 60 peserta mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa memperagakan sejumlah teknik seni bela diri kempo pada festival ini. Mereka dibatasi usia minimal 7 tahun keatas dan dalam kondisi sehat secara jasmani dan juga rohani.
Ada sejumlah aspek yang akan menjadi penilaian juri, mulai dari ketepatan melakukan waza (jurus), ketepatan teknik, tangkisan, sasaran, kerapihan teknik dan semangat. "Animo peserta cukup bagus karena mereka akan seperti kembali ke masa lalu untuk yang sudah senior," ungkap peraih medali perak pada Indonesia open taikai se-Asean di Bali tahun 2003 silam.
Shorijin Kempo bukan hanya mengajarkan bela diri saja namun juga mengajarkan adab, kasih sayang dan juga tanggungjawab. "Sesuai dengan semboyan Shorijin Kempo, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kelemahan dan kasih sayang tanpa kekuatan adalah kezaliman," pungkas Reni.
Editor: Aspian Nur