Puluhan warga itu datang untuk menuntut kerusakan jalan dan sejumlah fasilitas dilingkungan perumahan yang rusak dampak proyek gorong-gorong Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal.
Sujarwo, seorang warga mengatakan, merek sejatinya mendukung upaya perbaikan gorong-gorong DAS Ampal yang masuk di lingkungan RT 15. Namun saat pekerjaan proyek berjalan hingga selesai jalanan jadi rusak juga sejumlah fasilitas umum (fasum) lainnya yang ditinggalkan begitu saja oleh PT Fahreza.
"Rusak jalanan warga, belum lagi fasum RT 15 ini. Ini kan akibat dari keluar masuknya kendaraan proyek perbaikan yang masih menjadi tanggungjawab mereka (PT Fahreza Duta Perkasa),"kata Sujarwo kepada Korankaltom.com pagi tadi.
Proyek perbaikan gorong-gorong tersebut telah tuntas sekitar 4 hingga 5 bulan lalu. Namun dampak yang ditimbulkan hingga saat ini tak mendapat kejelasan, untuk itu warga pun mendatangi kantor perwakilan PT Fahreza yang tak jauh dari lingkungan mereka.
"Kami sudah mengirim surat protes untuk segera dilakukan perbaikan namun tidak ada tanggapan. Makanya sekarang kami berkumpul disini untuk menagih janji mereka,"ungkapnya.
Project Manager PT Fahreza Duta Perkasa Arif Wibisono yang hadir menemui warga mengaku, mereka telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan untuk segera mengerjakan perbaikan fasum di kawasan tersebut.
Arif memastikan pihaknya akan segera melakukan pengecoran jalan dijalan rusak serta perbaikan fasum yakni tiang penerangan jalan umum (PJU) milik warga yang miring akibat dari proyek gorong-gorong tersebut.
"Begitu juga untuk penutup gorong-gorong bisa kami perbaiki," kata Arif saat berdialog bersama warga RT 15.
Ketua RT 15 Slamet Imam Santoso yang menfasilitasi pertemuan warganya tersebut mengatakan, mereka mencapai satu kesepakatan berupa sikap dan komitmen PT Fahreza Duta Perkasa untuk menyelesaikan dampak yang ditimbulkan dari proyek gorong-gorong DAS Ampal.
Setidaknya ada sepanjang 280 meter jalan yang rusak akibat keluar masuknya kendaraan berat serta 3 hingga 4 tiang PJU yang kondisinya sangat mengkhawatirkan karena miring.
"Kami khawatir sewaktu-waktu bila tidak diperbaiki ini malah menimpa warga PJU ini, karena kondisinya miring seperti ini,"kata Slamet.
Selain itu, median jalan dilingkungan warga pun yang kondisinya rusak parah akan menjadi salah satu fasilitas yang diperbaiki. "Untuk semenisasi terhadap lubang jalan masih menunggu proses pengaspalan oleh OPD terkait,"imbuhnya.
Paling lambat Rabu (16/8/2023) nanti PT Fahreza telah melakukan proses perbaikan jalan rusak di lingkungan warga RT 15.
Editor Aspian Nur