Pembuatan Sertifikat Tanah Dinilai Lambat, Warga Sungai Nangka di Balikpapan Juga Keluhkan Kurangnya Puskesmas dan SD
2 menit baca598 kali dibaca

2 menit baca598 kali dibaca

Penulis : La Eko
KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Sejumlah RT di Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan mengeluhkan pembuatan sertifikat tanah yang dinilai lambat hingga keberadaan Puskemas dan sekolah yang dianggap perlu segera dibangun di kawasan tersebut.
Ketua RT 23, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Jali mengatakan, keluhan itu disampaikan warga khusunya di RT 20,21, 39,34, 22, 24. Kemudian warga Kelurahan Damai Bahagia, khususnya RT 41,42.
"Kami berharap tanah warga ini disertifikatkan, mengingat persoalaan ini sudah sangat lama sekali. Kami berharap ketua DPRD, dan Komisi I dapat mempertemukan pihak -pihak terkait untuk menuntaskan persoalan ini," ujarnya dalam dialog warga penguatan pengawasan DPRD dalam penyelanggaraan pelayanan administrasi Kependudukan dan Pencatatan sipil, di RT 24, Kelurahan Sungai Nangka, Rabu (26/7/2023) malam.
Ia juga mengatakan, terkait persoalan kesehatan yaitu tidak adanya Puskesmas di Kelurahan Sungai Nangka, terpaksa warga yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan mengandalkan Puskemas yang berada di Kelurahan Gunung Bahagia. "Yang jadi persolan Puskesmas yang ada di Gunung Bahagia itu juga tidak bisa menampung lagi, dan warga kadang mengantre hingga berjam-jam. Ini yang menjadi kesulitan kami,"jelasnya.
Disamping itu, berkaitan dengan pendidikan, di Kelurahan Damai Bahagia dan Sungai Nangka hanya memiliki 1 Sekolah Dasar (SD) saja. "Dan SD yang ada ini terkadang tak bisa menampung (murid). Akibatnya anak-anak usia 8 tahun yang usianya semestinya sudah harus sekolah, harus ditunda setahun yang akan datang. Oleh karena itu ,kami berharap ke depan ada solusi terkait persoalaan ini," paparnya.
Menjawab keluhan warga, Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh menanggapi terkait persoalan sertifikat tanah, pihaknya akan mengundang semua stakeholder terkait membahas persoalan tersebut.
"Karena soal tanah ini bukan permasalahan yang baru, melainkan persoalan puluhan tahun. Mudah-mudahan semua perwakilan mau hadir sehingga ada keputusan. Termasuk kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) kami berharap mereka bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Kemudian nanti melalui perwakilan warga yang di sini, kami akan mengundang ke DPRD Balikpapan untuk diskusi mencarikan solusi," ucapnya.
Mengenai persoalan Puskemas dan sekolah, Abdulloh mengaku baru mengetahui bahwa ada keluhan tersebut. Ia katakan, sebenarnya di kelurahan tersebut ada perwakilan anggota DPRD yang bisa menyuarakan keluhan warga. "Karena ada saya dan Edy Alfonso yang mewakili Dapil (daerah pemilihan) sini. Saya dari partai Golkar akan mengawal dengan tuntas. Nanti akan kami bahas internal di DPRD," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG