Berdasarkan data yang diterima korankaltim.com dari Ditlantas Polda Kaltim, sepanjang pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam setidaknya tercatat sebanyak 18 kasus kecelakaan dengan jumlah korban meninggal dunia enam orang dan kerugian material ditaksir mencapai Rp218 juta.
Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Sonny Irawan melalui Kabag Bin Ops AKBP Bangun Isworo menerangkan, selain enam orang meninggal dunia, setidaknya ada 16 korban mengalami luka berat kemudian 9 orang luka ringan.
Berdasarkan data itu, Bangun menyebut sepanjang pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam yang digelar 10 hingga 23 Juli 2023 kemarin, angka kecelakaan lebih tinggi bila dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2022 lalu.
"Tahun lalu tercatat ada sebanyak lima kasus kecelakaan dengan tiga orang meninggal dunia, tiga luka berat dan dua luka ringan. Kerugian materil yang diakibatkan mencapai Rp14 juta," ucap Bangun kepada korankaltim.com, Rabu (26/7/2023).
Dia melanjutkan, dari catatan Ditlantas Polda Kaltim, Kabupaten Paser menjadi wilayah dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi dengan kasus kecelakaan sebanyak empat kasus dan satu orang meninggal dunia. Kabupaten Kutai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia tertinggi dari tiga kasus kecelakaan dengan empat orang meninggal dunia. "Angka kecelakaan tinggi di Paser itu karena dipengaruhi faktor geografisnya yang berkelok-kelok," terang Bangun.
Ditambahkannya, kecelakaan yang terjadi rata-rata didominasi dengan kendaraan sepeda motor. Jumlahnya mencapai 16 unit sepeda motor disusul roda empat 11 unit. Total kendaraan yang terlibat kecelakaan sebanyak 31 kendaraan.
Selain itu, Bangun juga menerangkan, rata-rata korban yang terlibat laka lantas berada pada usia antara 31-35 tahun disusul pengendara berusia 16-20 tahun dan 21-25 tahun. Dari peningkatan angka kecelakaan itu, Bangun mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan menilai perlunya dilakukan peningkatan kegiataan preventif hingga melakukan upaya penegakan hukum. "Kita arahkan masing-masing polres jajaran di daerah untuk kembali meningkatkan preentiv dan preventif sesuai dengan tingkat kecelakaan di darah masing-masing,"tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin