Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo memimpin upacara tersebut yang disebutnya sebagai momentum penting karena mengandung nilai historis. "Menjadi wahana untuk menumbuhkan jiwa korsa, membangkitkan semangat korps serta mengkokohkan kecintaan terhadap satuan," kata Tri.
Selama 65 tahun pengabdian, Kodam VI/Mulawarman sudah banyak memberikan dharma baktinya kepada TNI AD, bangsa dan negara.
Berbagai penugasan di daerah operasi khususnya dalam mengamankan dan menyelesaikan konflik merupakan rentetan sejarah penugasan Kodam VI/Mulawarman yang tercatat di hati masyarakat karena keberadaan prajurit Mulawarman diberbagai daerah penugasan selalu dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Saat ini beberapa satuan dan personel Kodam VI/Mulawarman sedang melaksanakan tugas pengabdian kepada negara. Yonif Raider 600/Modang telah selesai melaksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas Kewilayahan di Provinsi Papua dan berhasil menyelamatkan 100 warga yang telah mengungsi ke Yahukimo selama setahun akibat penyerangan Kelompok Separatis Teroris (KST) untuk kembali ke Distrik Suru-Suru.
Selanjutnya Yonif 623/Bhakti Wira Utama saat ini juga sedang melaksanakan tugas Ops Pamtas RI-PNG di Provinsi Papua Barat.
Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung saat ini sedang melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Darat RI-Malaysia di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Mereka juga telah berhasil mengungkap aktifitas illegal mulai dari kepemilikan senpi, miras, minyak ilegal, kosmetik ilegal serta berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba jenis sabu-sabu seberat 20 Kg.
Terkait dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), Tri menegaskan siap mendukung penuh. "Kodam I/Mulawarman akan mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam membantu penyiapan IKN, termasuk pengamanan pembangunan IKN dengan melibatkan sekitar 50 personel Kodam VI/Mulawarman yang dibagi dibeberapa titik wilayah yaitu KIPP, KIKN serta titik muat dan titik bongkar logistik," tutupnya.
Editor: Aspian Nur