Pelaksana Tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Plt BPBD) Balikpapan Usman Ali mengatakan, petugas pemadam yang tiba di lokasi kejadian saat itu harus berhati-hati dalam menjinakkan api.
Pasalnya, saat petugas tiba listrik belum dipadamkan alias masih mengalir. Hal itu pun sempat menyulitkan petugas saat akan menyemprotkan air ke rumah yang terbakar.
"Pemadaman tetap dilakukan dengan berhati hati supaya tidak mengenai aliran listrik,"ucap Usman Ali kepada Korankaltim.com pagi ini.
Bangunan rumah yang rata-rata terbuat dari kayu, membuat api dengan cepat melahap bangunan dan menyambar bangunan lainnya.
Tak kurang dari satu jam berjibaku dengan api, tim pemadam gabungan berhasil menjinakkan api dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam ke lokasi kebakaran. "Dari data sementara ada dua bangunan rumah yang terbakar, satunya bangunan kosong,"imbuhnya.
Sementara itu Camat Balikpapan Tengah Agung Budi turut menyayangkan kondisi di lokasi kejadian. Dimana, petugas pemadam harus berhati-hati saat akan melakukan pemadaman dengan kondisi rumah yang masih teraliri listrik. "Karena dikhawatirkan listrik yang masih mengalir itu bisa mengakibatkan kejadian yang lain,"kata Agung.
Dari dua bangunan rumah yang terbakar hanya satu rumah yang dihuni satu kepala keluarga. Namun saat kejadian berlangsung, pemilik rumah tengah berada diluar sementara satu bangunan lainnya merupakan bangunan kosong. "Pemiliknya kebetulan lagi diluar, tapi kami masih terus berkoordinasi dengan pihak RT," sebut Agung.
Tak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran, namun kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Kepolisian juga hingga saat ini masih melakukan penyelidikan.
Editor: Aspian Nur