Korlap Aksi Juniar Pangabekti Tri Cahyo Wibisono mengatakan, mimbar bebas itu digelar untuk merefleksi kembali pesta demokrasi yang akan digelar pada tahun 2024 mendatang dengan pemilu yang sudah terlaksana sebelumnya.
Pesta demokrasi pada pemilu 2024 yang sejatinya ditujukan bagi rakyat hingga saat ini justru berbanding terbalik dan malah menyengsarakan rakyat-rakyat kecil.
"Kita lihat pesta demokrasi yang telah digelar pasca orde baru lalu hingga kini belum terlihat pemilu itu bisa mensejahterakan rakyat,"ucap Juniar.
Gelaran pemilu atau pesta demokrasi yang terjadi saat ini tidaklah lebih hanya menjadi wadah bagi mereka para oligarki dan pemodal. Kekayaan alam yang dikeruk pun hingga saat ini hanya menguntukan bagi kaum-kaum dari kalangan elit. Belum lagi, pemilu saat ini masih banyak dipenuhi dengan politik uang serta janji janji yang tidak pernah tercapai.
"Hingga saat ini masih begitu banyak persoalan yang terjadi disekitar kita. Ini menandakan pesta demokrasi tidak sepenuhnya memihak terhadap rakyat,"ujar Juniar lagi.
Sementara itu Ketua GMNI Cabang Balikpapan Yohanes Giat Purnomo mengatakan mimbar bebas itu juga sebagai pengingat bagi para partai politik yang akan ikut dalam kontestasi pesta demokrasi pada 2024 mendatang bahwa masih begitu banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Tak hanya itu, sejumlah kebijakan dalam melakukan perancangan peraturan yang dilakukan pemerintah seperti pengesahaan RKUHP, Omnibuslaw hingga UU Kesehatan juga menjadi bukti bahwa pemerintah saat ini tidak berpihak pada rakyat.
"Kemiskinan dan mahalnya biaya sekolah juga hingga saat ini saya rasa masih menjadi persoalan bagi rakyat yang belum bisa diselesaikan pemerintah. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah gagal menjalankan fungsinya,"ujar Yohanes.