Mereka bersaing untuk berebut tiket menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jambi pada 20 hingga 27 Juli 2023 akhir bulan ini.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (Pengprov FPTI) Kaltim Misbachul Choir menerangkan, dari delapan daerah yang berpartisipasi, ada dua daerah yang absen yakni Penajam Paser Utara dan Paser. Pengurus FPTI Paser saat ini masih vakum, sementara PPU terkendala sarana dan prasarana untuk persiapan atlet.
"Ada 16 kelas yang dipertandingkan, mulai dari kategori speed classic, speed record, boulder dan lead. Rencananya dari kejurporv itu nantinya 10 putra dan 10 putri terbaik akan diikutkan pada kejurnas. Namun jumlah itu masih bisa bertambah nantinya," ucap Misbachul.
Pada kejurnas itu target FPTI Kaltim mematok target tiga emas. Target tersebut menurutnya, sudah cukup baik bila melihat persaingan yang juga cukup berat diberbagai daerah.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov Ruslan menjelaskan, kejurprov berlangsung sampai tanggal 9 Juli akhir pekan ini, melombakan empat kategori perlombaa dengan 16 kelas.
"Total atlet nya ada 82 yang berpartisipasi dengan rincian 38 atlet putra dan 44 atlet putri. Kejuaraan ini juga bisa berjalan dengan bantuan Support dari Velocity Committe Inkorincorp sebagai sponsor utama," kata Ruslan.
Ketua Harian KONI Kaltim Husinsyah turut mengapresiasi pelaksanaan Kejurprov tersebut. Ia berharap, gelaran itu bisa meningkatkan kemampuan dan jam terbang bagi seluruh atlet panjat tebing yang terlibat.
"Semoga bisa terlahir bibit-bibit atlet baru yang potensial, atlet bisa menunjukkan kemampuannya secara maksimal. Karena, persaingan panjat tebing sangat ketat hampir seluruh daerah merata kemampuannya," kata Husinsyah.
Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma pun berharap kejuaraan itu bisa menciptakan atlet berkualitas, terutama bagi Balikpapan. Sehingga tradisi mengirimkan atlet hingga kelevel nasional dan internasional bisa terus berlanjut kedepannya. "Selamat bertanding dan junjung tinggi sportivitas," kata Ratih.
Editor: Aspian Nur