Berdasarkan catatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, gempa berada pada koordinat 1.117 Lintang Utara dan 114.99 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi 47 Km ke arah Tenggara Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pada kedalaman 10 Km.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan Rasmid mengatakan, gempa itu berasal dari sesar aktif yang berada memanjang dari sekitar atas Pontianak yang mengarah ke Mahulu atau ke arah timur.
Dia menjelaskan, sesar aktif itu belum teridentifikasi olehnya. Sesar atau patahan yang menyebabkan guncangan 4,6 magnitudo itu juga tak terhubung dengan sesar aktif Mangkalihat yang sebagian besar ada di Kaltim. "Sesarnya belum terindentifikasi alias belum dikasih nama,"ucap Rasmid.
Dari catatan hasil monitoring BMKG, gempa di Mahulu saat ini bukan kali pertama. Gempa serupa dengan kekuatan yang lebih besar pun pernah terjadi pada 1915 silam.
Di Kaltim, penyebab gempa bumi yang sering terjadi berasal dari patahan Mangkalihat yang memanjang dari sekitar kawasan Biduk-Biduk sampai ke arah Barat. Panjang sesar itu mencapai 100 hingga 110 Km.
Jika bergerak secara bersamaan, potensi gempa bumi yang terjadi akan menyebabkan guncangan yang cukup besar. "Potensinya bisa sampai 6,9 sampai 7 Magnitudo,"papar Rasmid.
Sesar Mangkalihat merupakan sesar aktif yang merupakan terusan dari sesar Palukoro di Sulawesi yang menjadi penyebab gempa di Palu.
Tercatat sejak awal Januari 2023 hingga Juni 2023, Kaltim diguncang gempa bumi sebanyak 29 kali dengan gempa yang bersumber dari patahan disekitar Sangkulirang.
Editor: Maruly Zainuddin