Kepala Rutan (Karutan) Kelas IIB Balikpapan Agus Salim menuturkan, dari jumlah 1000 lebih WBP 700 BPJS Kesehatannya aktif, 300 tidak aktif dan 44 orang lainnya tak memiliki BPJS Kesehatan sama sekali.
Menurutnya dengan jumlah WBP yang saat ini over kapasitas tentunya penyakit juga berpotensi akan meningkat. Dengan kondisi tersebut ia menggap WBP juga membutuhkan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap lagi.
Ia menilai, selama ini untuk rumah sakit seperti Kanujoso dan RSUD Beriman telah sangat baik memberikan pelayanan bagi WBP selama mereka memiliki BPJS Kesehatan yang aktif.
"Kami juga punya anggaran tidak mungkin mengkover itu semua untuk kesehatan WBP. Karena namanya biaya rumah sakit itu kami tidak bisa prediksi. Bahkan pernah nombok," ujarnya Kamis (1/5/2023).
Untuk itu, kedepan dirinya akan mengupayakan para WBP yang belum tercover oleh BPJS Kesehatan agar dapat dimasukkan dalam program pemerintah kota Balikpapan BPJS Kesehatan gratis kelas III. Sehingga ada jaminan kesehatan bagi para WBP.
Mengenai langkah berikutnya, pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan dan Dinas Sosial (Dinsos) khusunya mencari tau data khusunya 44 orang WBP yang tak memiliki BPJS Kesehatan tersebut.
"Dan setelah mendapatkan data nanti kami ajukan ke BPJS Kesehatan untuk memastikan jaminan kesehatan nya. Kami juga akan melakukan
kerja sama dengan Dinsos," jelasnya.
Besar harapannya, pemerintah kota Balikpapan bisa menerima keluhan yang ada di Rutan Balikpapan. Karena bagaimanapun, WBP ini harus dibantu karena mereka tengah menjalani pidana.
"Ini merupakan tanggungjawab bersama jangan hanya ditiipkan kemudian dibiarkan. Mereka juga butuh jaminan kesehatan. Ini merupakan tanggungjawab negara. Termasuk dengan jaminan kesehatannya," pungkasnya.
Editor: Rusdianto