Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Balikpapan, M Zainul mengatakan, pihaknya masih menemukan adanya calon jemaah haji yang harus dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan sebelum berangkat ke tanah suci.
"Memang ada, empat jemaah di kloter satu dan dua yang harus dirujuk ke rumah sakit. Yang pertama itu untuk mengkoreksi penyakit anemia dan yang kedua untuk mengkonfirmasi penyakit menular terkait dengan TBC," ucap Zainul, Senin (29/5/2023).
Setelah dilakukan rujukan kerumah sakit, ke empat calon jemaah haji tersebut kini telah diberangkatkan melalui kloter satu dan dua. Selain ke empat jemaah itu, Zainul juga menyoroti terkait banyaknya calon jemaah haji yang memiliki resiko tinggi terkait penyakit bawaan di tiga kloter asal Kalimantan Timur.
Zainul menyebut, untuk kloter satu ada sekira 60 persen jemaah dengan resiko tinggi. Sementara di kloter dua 40 persen jemaah haji dan terbanyak pada kloter tiga dengan 70 persen jemaah haji beresiko tinggi.
Jemaah dengan resiko tinggi itu mayoritas menderita penyakit hipertensi dan diabetes. Hal itu bisa memicu terjadinya penyakit gagal jantung dan stroke secara tiba-tiba.
"Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, resiko tinggi ini umumnya adalah penyakit hipertensi, gangguan metabolik seperti diabetes dan kolestrol,"pungkasnya.
Editor: Rusdianto