Program ini nantinya menjadi program interaktif yang disiarkan langsung di akun YouTube Pemerintah Kota Balikpapan dan dimomen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023, tema yang diangkat yakni program prioritas bidang pendidikan.
"Kegiatan ini juga merupakan pertanggungjawaban pemerintah kota terhadap pelaksanaan RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) Balikpapan tahun 2021-2026 yang satu diantara misinya adalah mewujudkan sumber daya manusia berkualitas tinggi," ujar Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud di sela-sela kegiatan.
Pada dokumen RPJMD Balikpapan tersebut juga tercantum sembilan prioritas pembangunan yang salah satunya adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.
Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di Balikpapan, jumlah anak usia sekolah dalam tiga tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Hal ini berbanding terbalik dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pendidikan khususnya ketersediaan ruang kelas baik di sekolah negeri maupun swasta yang ada di Kota Beriman.
Di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini masih terdapat jarak sebanyak 380 unit, tingkat sekolah dasar sebanyak 134 unit dan SMP sebanyak 337 unit. "Masih cukup tingginya jarak antara kebutuhan dan ketersediaan ruang kelas ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah kota yang harus segera diselesaikan dalam waktu dekat," sebut Rahmad.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah kota dalam pengalokasian anggaran pendidikan, setiap dianggarkan minimal 20 persen dari total APBD kota untuk bidang pendidikan dimana alokasi anggaran ini juga mengalami peningkatan dua tahun terakhir.
"Diproyeksikan akan meningkat kembali pada APBD tahun anggaran 2023 setelah perubahan," sebutnya.
Di APBD 2023 ini bidang pendidikan mendapat alokasi anggaran Rp866,76 Miliar, sebesar 52 persen dialokasikan untuk program prioritas dan 48 persen dilokasikan untuk pembiayaan operasional.
Editor: Aspian Nur