Hal itu disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud kepada wartawan usai menggelar coffee morning di ruang Auditorium Balai Kota Balikpapan, Rabu (26/4/2023) pagi tadi.
"Dari laporan yang kami terima semua ASN masuk. Mereka sudah kami ingatkan regulasi dan aturan harus taati. Kalau ada temuan yang melanggar ada sanksi yang diberikan. Alhamdulillah semua taat," kata Rahmat.
Dan sampai saat ini belum ada pegawai yang melakukan perpanjangan cuti. "Untuk total ASN kami seluruhnya ada enam ribu orang dan tidak ada yang melakukan perpanjangan cuti," jelasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris Kota Balikpapan Muhaimin mengaku imbauan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenai penundaan pulang kampung atau mudik kepada ASN lebih ditekankan pada pemerintahan di Pulau Jawa.
"Apa yang disampaikan Pak Jokowi mungkin lebih penekanannya di Jawa karena banyak orang yang kembali bekerja melalui jalur darat," sebut Muhaimin.
"Kami semua di Balikpapan, Alhamdulillah semua dapat menghadiri. Kecuali Lurah Baru Tengah yang hari ini masih kondisi berobat akibat kecelakaan," ungkapnya.
Pada kegiatan tadi pagi Rahmad Mas’ud mengarahkan kepada seluruh OPD untuk berkoordinasi masalah ketertiban kota, keindahan kota, pelayanan publik maupun pasca cuti bersama. "Intinya tidak boleh kendur semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
ASN juga harus merubah mindset dan melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan publik. "Selain itu kami juga harus berbenah meningkatkan pelayanan bekerja agar tidak cepat puas diri, harus bergerak dan berinovasi. Wali kota menekankan agar tetap bersinergi dan berkolaborasi karena tidak ada OPD yang superior karena saling terkait dan membutuhkan sehingga permasalahan kota bisa diselesaikan dengan baik," tutup Muhaimin.
Editor: Aspian Nur