Namun kesempatan berlibur saat Lebaran tak bisa dinikmati seluruh para pekerja. Ada beberapa profesi atau pekerjaan yang mengharuskan para pekerjanya masuk untuk melayani masyarakat tak terlepas seperti saat hari raya.
Petugas SPBU Miftahul Jannah yang baru bekerja selama lima bulan terakhir contohnya. Miftah mengungkapan pengalaman pertamanya itu untuk melayani masyarakat cukup menyenangkan, meskipun ia harus mengurungkan niatnya berkumpul bersama keluarga.
"Sedih, tapi ini sudah tanggungjawab kami yang harus melayani masyarakat, apa lagi Lebaran begini banyak masyarakat yang berkeliling ke rumah rumah,"kata Miftah kepada Korankaltim.com Sabtu (22/4/203).
Miftahul mengatakan, keluarganya sangat mendukung pekerjaan yang dilakukan. Apa lagi pekerjaannya itu berhadapan langsung dengan masyarakat. "Rame banget, mulai dari tadi malam takbiran itu sudah rame. Ia tadi sempat salat dulu baru kerja pagi jam 9 tadi sudah rame masyarakat," ucapnya.
Tak berbeda jauh dengan Miftahul Jannah, nasib sama juga dialami sopir truk tangki pengantar BBM Pertamina di Balikpapan Fadli Ilham, yang sudah kesekian kalinya tak bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halamannya.
"Keluarga pengennya sama sama Lebaran, cuma karena tugas kan jadi gak bisa. Ini sudah berkali-kali,"ungkap Fadli warga kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan .
Biasanya Fadli mengangkut 16 ton BBM jenis Pertalite yang akan diantar hingga ke Grogot. "Kalau dibilang sedih ya sedih, cuma ini kan sudah tugas kita melayani masyarakat,"kata Fadli.
Keluarganya dikampung halaman sudah terbiasa dengan pekerjaannya itu yang membuat dirinya tak bisa hadir saat Lebaran tiba. Karena bukan tahun ini saja ia tak hadir ditengah keluarga saat Lebaran tiba. Tahun ini merupakan tahun ke-4 dirinya tak berkumpul bersama keluarga.
"Untuk melayani masyarakat saya rasa gak ada masalah, asalkan semua pelayanan dan penyaluran BBM bisa lancar," tutup Fadli.
Editor Aspian Nur