Sejumlah petugas BMKG Balikpapan pun memusatkan pemantauan gerhana matahari hibrida di Masjid Islamic Center Balikpapan.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan Rasmid menerangkan, untuk wilayah Balikpapan gerhana matahari hibrida akan dimulai pada pukul 10.48 Wita sementara puncak gerhana akan terjadi pada pukul 12.15 Wita.
"Untuk Balikpapan sebenarnya mengalami 60 persen gerhana matahari hibrida, tidak penuh seperti di beberapa daerah lain," kata Rasmid kepada wartawan di titik pantau Balikpapan Islamic Center, Kamis (20/4/2023) siang.
Menurut Rasmid dari pantauan BMKG, lokasi terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari hibrida berada di Biak dan Ambon.
"Yang pas itu di Biak dan Maluku disana akan mengalami 100 persen gerhana matahari,"jelasnya.
Rasmid juga meminta kepada masyarakat yang ingin menyaksikan fenome gerhana matahari ini untuk tidak melihatnya secara langsung atau lebih baik mengenakan kacamata khusus. Sebab bila mengamati dengan mata telanjang dapat menimbulkan kerusakan pada mata.
"Masyarakat juga bisa melihat langsung lewat live streaming BMKG daei rumah tanpa perlu pergi dari rumah, jadi bisa lebih aman,"lanjutnya.
Fenomena gerhana matahari hibrida seperti ini, lanjut Rasmid juga pernah terjadi pada 2005 silam. Diprediksi gerhana matahari hibrida ini akan kembali muncul pada 2041 mendatang dengan melintasi langit Indonesia.
Editor: Rusdianto