Koordinator Bidang Data Dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas 1 SAMS sepinggan (BMKG) Diyan Nofrida mengatakan, kondisi ini terjadi dikarenakan saat ini masih dalam masa peralihan dari musin hujan ke musim kemarau.
"Frekuensi cuaca ekstrem akan lebih sering terjadi seprti hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai petir dan angin kencang sesaat," kata Diyan kepada Korankaltim.com saat dihubungi melalui telepon Jumat (14/4/2023).
Kondisi cuaca ekstrem tersebut dikarenakan kelembabapan di atmosfer di atas wilayah Kalimantan Timur yg tinggi juga suhu permukaan laut di Selat Makassar yang hangat. "Dan juga adanya daerah belokan angin memicu intensnya pertumbuhan awan-awan konvektif," paparnya.
Tak hanya itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat khususnya yang tinggal di lokasi rawan bencana baik longsor maupun banjir agar selalu waspada dan berhati-hati. "Masyarakat harus waspada terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor," tutup Diyan.
Editor: Aspian Nur