Sekretaris 1 Format DAS Ampal Balikpapan Imam Rustam megatakan, Format DAS Ampal terbentuk karena keresahan masyarakat yang terimbas proyek yang progresnya tidak signifikan, tidak sesuai dengan kontrak dan target yang disampaikan kepada masyarakat luas tersebut.
“Pengejaan proyek DAS Ampal di titik Global Sports yang sudah berkali-kali menjanjikan dibukanya untk motor dan mobil ternyata tak kunjung direalisasikan,” kaa Imam kepada awak media dalam Konferensi pers Minggu (19/2/2023).
Awalnya masyarakat menjanjikan jalan dibuka khusus untuk roda dua atau sepeda motor 15 Februari 2023 lalu tapi tak terwujud.
Janji kedua dibuka 17 Februari dan lagi-lagi tak kunjung terealisasi dikarenakan alasan cuaca dan dikabarkan baru dibuka Senin (20/2/2023) besk. “Tapi kalau menurut pengaturan kami di lapangan sepertinya tidak akan dibuka lagi. Kalau kembali belum dibuka tentunya akan berimbas pada masyarakat baik dari sisi ekonomi masyarakat dan pendidikan terutama di areal pengerjaan proyek yang akan terimbas lebih dalam lagi,” ucapnya.
Format DAS Ampal Balikpapan pun mencoba bersuara memewakili masyarakat Balikpapan yang terimbas baik dari sisi ekonomi, pendidikan dan sosial, meminta kontraktor maupun Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk benar-benar membuka akses dan memperbaiki sistem pekerjaan Kontraktor.
“Muaranya agar pekerjaan berjalan baik dan tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat,” tegas Imam.
Ketua Format DAS Ampal Balikpapan Yusha Khadafi menambahakan, pada prinsipnya mereka mendukung semua program pemerintah agar lebih baik lagi namun mereka mengeluarkan pernyataan sikap terkait masalah yang saat ini ada.
Format DAS Ampal Balikpapan empat pernyaataan sikap, yaitu pertama mendesak PT Fahreza Duta Perkasa membuka jalur MT Haryono untuk roda dua dan roda empat sesuai dengan komitmen besok agar dampak sosial, ekonomi dan pendidikan tidak terimbas semakin parah.
Kedua, mendesak Pemkot Balikapan dalam hal ini DPU untuk tidak lagi memberikan perpanjangan waktu kepada kontraktor PT Fahreza Duta Perkasa untuk melanjutkan proyek DAS Ampal sesuai ketentuan kontrak.
Ketiga, mendesak DPRD Kota Balikpapan untuk mengupayakan kembali segera membentuk panitia khusus agar fungsi pengawasan legislatif benar-benar berjalan.
"Yang keempat mengimbau seluruh masyarakat agar bersama-sama kritis membangun dan mengawasi proyek proyek Pemerintah Kota Balikpapan," tutup Yusha.
Editor: Aspian Nur