Para warga santri yang saat itu tengah proses pembelajaran, berhamburan ke luar menyelamatkan diri dan barang-barang berharga. Hembusan angin, menambah api semakin beringas membakar bangunan semi permanen.
Warga sekitar mencoba memadamkan api dengan peralatan seadanya, sembari menunggu petugas pemadam kebakaran. Selang beberapa saat, petugas pemadam tiba dan langsung menyemprotkan air dari armada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan. Sekira pukul 10.15 wita api dapat dipadamkan petugas gabungan.
Pengasuh Santri Putra, Muhammad Fakih menuturkan kebakaran itu terjadi sekira pukul 09.00 Wita. Dia melihat ada percikan api di atap rumah.
"Sementara kami lagi belajar melihat ada percikan api mungkin dari korsleting listrik, saat itu ada santri sekitar 45 orang langsung keluar,"ucapnya.
Fakih mengaku tidak sempat menyelamatkan barang berharga, karena sibuk mengevakuasi para santri di dalam pondok. "Saya pengasuh santri putra, jadi menyelamatkan dulu adik-adik, gak sempat selamatkan barang berharga karena tadi lagi pembelajaran."ucapnya.
BPBD Balikpapan menerjunkan armada sekira 8 unit untuk memadamkan api."Sudah dapat dipadamkan,"kata Hendro salah satu petugas BPBD Balikpapan.
Editor: Rusdianto