Dialog yang berlangsung dipimpin Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh, didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD, Nelly Turuallo, dan Lurah Karang Jati Achmad Munir. Selain itu, turut hadir 33 RT Kelurahan Karang Jati hadir dalam dialog tersebut.
Dalam kesempatan tersebut Ketua RT 22 Kelurahan Karang Jati Yudi menyampaikan, pertama dirinya berharap adanya keberadaan pos kamling di wilayahnya.
"Kemudian Posyandu juga belum ada. Jadi kami usulkan kepada dewan agar rumah milik Pertamina yang ada di Panorama Atas itu agar dapat dipinjamkan kepada warga," ujar Yudi, kepada awak media, Minggu (5/2/2023) malam.
Dia terangkan, untuk bangunannya sudah ada, namun selama ini belum dimanfaatkan. Bangunan dimaksud Yudi, adalah bangunan milik Pertamina.
"Kemudian, jalan juga kami minta agar diperbaiki, karena jalan kami itu lama tak tersentuh " pintanya.
Menjawab beberapa usulan warga tersebut, Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh mengatakan,bahwa PT Pertamina berdomisili dan ada di Kota Balikpapan. Sehingga minimal Pertamina menyiapkan Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos), untuk kepentingan masyarakat sekitar.
"Saya kira tidak ada ruginya juga, nanti kami akan Fasilitasi dan mengundang pihak Pertamina, untuk mendiskusikan masalah ini," ucapnya.
Dia menilai, jika hanya sebatas pemanfaatan bangunan untuk Poskamling dan Posyandu, ini sifatnya hanya pinjam pakai saja. Sehingga ia memperkirakan Pertamina juga tidak keberatan akan hal tersebut.
"Dari pada lahan itu terlantar dan tidak terawat mending di jadikan taman atau fasilitas umum pemerintah," jelasnya.
Kemudian untuk peningkatan ekonomi, seperti yang diharapkan warga agar terdapat pusat kuliner.
Menjawab hal tersebut Abdulloh katakan, itu harus memperhatikan subjeknya telerbih dahulu. Siapa yang mau menempati dan berdagang di lokasi dimaksud, jadi harus dipastikan by data nya dulu.
"Karena jangan sampai lokasinya sudah matang malah gak ada orangnya. Karena pusat kuliner ini sama dengan pasar. Kemudian usulan warga untuk memindahkan pasar Karang Jati ke jalan Panorama kami akan diskusikan lagi karena setatusnya pasti pinjam pakai," paparnya.
Terkait usualan lain seperti masalah lingkungan, seperti listrik, drinase dan jalan, Abdulloh katakan, itu merupakan kewajiban pemerintah kota untuk memenuhi itu.
"Jadi usulan-usulan ini akan kami tampung sekarang dan Insyaallah akan kami bahas di APBD Perubahan, 2023 dibulan Agustus ini,"pungkasnya.
Editor: Rusdianto