Kondisi genangan air ini seperti terpantau di kawasan Jalan MT Haryono, Senin (23/1/2022) siang, sekira pukul 13.30 WITA.
Menanggapi hal ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memperdiksi hujan ringan, sedang hingga deras disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan di Balikpapan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Diyan Novrida mengatakan, hujan ringan, sedang, hingga lebat disertai angin kencang dan petir ini
terjadi dikarenakan adanya pola angin berupa belokan angin (shearline). Selain itu, daerah pertemuan angin (konvergensi) dan juga masih hangatnya suhu muka laut di perairan selat Makassar, memicu pertumbuhan awan-awan konverktif (cumulonimbus).
"Kondisi ini menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan Balikpapan Diyan Novrida kepada KoranKaltim.Com.
Disamping itu, ia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada adanya potensi terhadap perubahan cuaca menjadi siginifikan, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan atau angin kencang.
Pasalnya, kondisi bisa saja mengurangi jarak pandang dan menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, dan tanah longsor serta pohon tumbang.
"Kami imbau agar masyarakat tetap waspada adanya perubahan cuaca signifikan. Untuk waktunya bisa kapan saja terjadi," pungkasnya.
Editor: Rusdianto