Menurutnya hal itu membuktikan kalau masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih produk yang akan dikonsumsi. "Kami bersyukur tahun 2022 lalu di Kalimantan Timur tidak ada hal-hal yang menonjol," kata Sem Jumat (13/1/2023) hari ini.
Kendati begitu diakui Sem memang ada beberapa produk yang ditemukan kadaluarsa namun masih bisa ditoleransi dan itu juga bentuk partisipasi masyarakat sebagai konsumen yang sudah mulai cerdas memilih obat dan makan yang layak dikonsumsi.
Terlepas hal ini, dirinya juga meminta khusunya kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Balikpapan untuk tetap menjaga produknya, menyusul pertambahan penduduk dan menjamurnya pelaku UMKM di Kota Beriman
Untuk tahun 2023 ini BPOM Kalimantan Timur memprioritaskan pendampingan secara penuh khusunya kepada pelaku UMKM. "Mulai dari memproduksi suatu produk obat dan makanan sampai terbit izin edar," ucap Sem.
Sistem Online Single Submission (OSS) atau layanan satu pintu juga mempermudah pelaku UMKM untuk mengurus izin edar produk meski ada persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi juga oleh pelaku UMKM.
"Seperti izin produknya itu tanggungjawab BPOM, karena itu kami berkontribusi diprosesnya, mulai dari pemahaman kepada pelaku usahanya bagaimana cara produksi, kalau pangan cara produksi pangan yang baik begitu juga dengan yang lain, memberikan bimbingan, arahan bahkan sampai dengan kemasan dan label sampai terbitnya izin edar. Kalau ada merasa kendala silahkan hubungi kami, kami akan memberikan pendampingan untuk mendapatkan izin ini edar tersebut," tutup Sem.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur