Isradi optimistis dampak positif IKN di Benua Etam dapat dirasakan seluruh masyarakat meski diakuinya tetap akan ada dampak negatif.
"Pandangan itu untuk menyempurnakan bagaimana IKN ke arah lebih bagus karena itu tentu akan membawa dampak positif dan negatif, dan dampak negatif itu kita antisipasi sejak awal," kata pria yang juga menjabat sebagai Tim Ahli Tim Transisi Otorita IKN.
Satu upaya yang dilakukan agar kebudayaan tetap lestari yaitu memberikan ruang kepada masyarakat adat. "Uniba membuka diri memfasilitasi mereka untuk memperjuangkan bagaimana harapan mereka dapat tercapai. Uniba sejak awal mengawal IKN dan memiliki akses untuk menyalurkan aspirasi kepada teman-teman jadi jangankan hal yang terkait masyarakat adat, hal terkait aspek sosial itu kita followup," jelasnya.
Upaya masyarakat adat untuk terus eksis dan berkarya terus dilakukan dengan harapan mendapat pengakuan dari pemerintah keberadaan masyarakat adat di kawasan IKN yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kaltim.
"Dalam hal ini AMAN menyiapkan komunitas adat yang ada di dalam dan sekitar IKN, dengan menyediakan pemetaan wilayah adat untuk memastikan mereka dapat membuktikan kawasan adat mereka untuk mendapatkan pengakuan dari pemerintah,"ungkap Dewan AMAN Wilayah Kaltim Margaretha Seting Beraan di lokasi yang sama.
Salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong Pemkab PPU untuk mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) masyarakat adat. "Jadi jangan melihat jumlah masyarakat adat yang hanya 70 KK, jika dibanding dengan orang yang datang atau masyarakat umum mereka jauh lebih kecil jumlahnya,"ujarnya.
Diskusi juga diisi Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian via daring, yang mengangkat tema Urun Pikir Masyarakat Kaltim.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur