Diketahui limbah sisa pembakaran batubara terdiri dari Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) diubah menjadi produk bahan bangunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Fly ash adalah abu yang berterbangan di atas tungku pembakaran batubara, sementara bottom ash merupakan hasil pembakaran batubara yang mengendap di tungku pembakaran batubara.
Limbah itu kemudian disulap menjadi bahan bangunan seperti batako, paving blok, cor beton, hingga pot bunga. Awak media ini mendatangi workshop potensi masyarakat Forum Kemitraan Polri dan Masyarakat (FKPM) Jalan Blambangan RT 63 Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara Jumat (2/12/2022) siang.
"Inisiatif ini berdasarkan arahan Bapak Kabaharkam dilanjutkan dengan perintah Bapak Kapolda Kaltim bahwa Faba sisa pembakaran batu bara di PLTU Teluk Balikpapan untuk dapat dimanfaatkan serta meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat, "ungkapnya mengawali perbincangan.
Diapun langsung melakukan komunikasi dengan pihak PLTU Teluk Balikpapan untuk dapat memanfaatkan FABA itu. "Saya langsung melakukan komunikasi intensif dengan pihak PLTU Teluk Balikpapan untuk bagaimana pemanfaatan Faba agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan disambut baik,"katanya.
Lampu hijau sudah didapat, tugas berikutnya adalah meyakinkan masyarakat di wilayah Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara untuk dapat ikut berpartisipasi.
Tanggapan masyarakat pesimistis, lantaran tidak yakin limbah batu bara dapat dimanfaatkan, yang terlintas limbah itu berbahaya.
"Kemudian saya melakukan komunikasi kembali dengan PLTU Teluk Balikpapan, akhirnya dilakukan sosialisasi bahwa Faba ini tidak berdampak pada kesehatan dan bisa dimanfaatkan untuk bahan bangunan seperti batako, paving, cor beton, pager pel, kemudian pot. Melihat sisi nilai ekonomis ada, baru potensi masyarakat tertarik kemudian difollow up."bebernya.
Melalui URK FKPM Graha Indah, pada Agustus 2022 lalu dimulai. Segala biaya didapat secara swadaya masyarakat yang dikumpulkan dari kocek pribadi Bhabinkamtibmas Graha Indah serta pengurus FKPM.
"Semua pergerakan membutuhkan biaya, awal biaya dari saya, dan pengurus FKPM yaitu Pak Rahmad Andi dan Pak Susanto, namun kami ikhlas dalam arti karena dampak dari hasil itu akan bisa dimanfaatkan masyarakat luas,"bebernya.
Modal seadanya sudah terkumpul yang digunakan untuk membali cetakan batako, luster, paving blok. Bahkan untuk lahan sendiri juga dipinjamkan secara cuma-cuma oleh anggota FKPM sebagai workshop.
Atas dasar keyakinan itu, kemudian pada September 2022 mulai mencetak bahan bangunan. Di mana suplay FABA dari PLTU Teluk Balikpapan.
Rupanya kegiatan yang dilakukan dengan pemanfaatan limbah batu bara dilirik oleh Institut Teknologi Kalimantan (ITK) yang ingin berkolaborasi melakukan pengembangan pemanfaatan limbah itu.
"Kemudian dari ITK datang karena ada program pemanfaatan Faba juga, ternyata gayung bersambut. Dari ITK akan memayungi dan akan memberikan sertifikasi untuk hasil uji lab, karena sertifikasi itu biaya mahal karena ITK mengerti kemudian buat MoU FKPM, PLTU, ITK dan Bhabinkamtibmas membuat MoU untuk pemanfaatan Faba menggandeng ITK, PLTU setelah jadi kita terus buat produk ada batako, paving blok, pagar, pot bunga, roster dan cor beton."urainya.
Dari hasil uji olah yang dilakukan ITK, bahwa produk jadi dari FABA tersebut dengan nilai baik. Pemanfaatan limbah itu dengan perbandingan 80 persen FABA sedangkan 20 persen adalah campuran semen, koral dan wermes.
"Kemudian kami olah dan dicor kami juga buat sample untuk cek uji, setelah masa kering mencukupi kemudian diserahkan ke ITK ternyata uji tekan levelnya di K 300 dengan biaya tidak besar karena pasir kita tidak beli. Yang beli wermes, semen dan koral, itu sangat irit karena semen juga perbandingannya tidak besar."urainya.
Rupanya pengembangan perumahan kenamaan Grand City datang dan melihat langsung proses pembuatan batako dan paving blok untuk mengetes langsung.
"Lalu ada pengembang yang ingin melihat langsung kekuatan batako dengan cara dibanting, jadi dijatuhkan dan heran karena tidak pecah dari situ mereka tertarik. Padahal semen cuma segitu. Dari hasil uji bahwa fly ash juga mengikat kenapa menjadi kuat dengan adanya semen sifatnya seperti semen mengikat. Lalu kami kembangkan."paparnya.
Pelibatan masyarakat khususnya di wilayah RT 62 Kelurahan Graha Indah dengan meminta kepada masyarakat yang memiliki waktu untuk membuat batako atau paving blok.
"Semua kami fasilitasi, mulai dari bahan, cetakan dan penjualan kami yang menampung di bawah kendali FKPM.
Masyarakat yang memiliki waktu luang silahkan mencetak hasilnya kami yang beli, jadi tidak usah khawatir tidak laku. Dari situ animo masyarakat banyak,"tuturnya.
Atas program itu, Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto menaruh perhatian besar. Karena dari hasil limbah itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian.
"Bapak Kapolda sangat apresiasi pengembangan potensi masyarakat yang luar biasa dalam arti Bhabinkamtibmas bersinergi dengan masyarakat mengembangkan limbah yang limbah ini bisa ada nilai ekonomi jadi beliau meminta untuk melanjutkan program ini agar masyarakat sejahtera,"jelasnya.
Bahkan rencana pada 12 Desember mendatang Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto akan melaunching workshop pemanfaatan FABA."Insya Allah 12 Desember oleh Bapak Kapolda Kaltim dan ini adalah launching pertama se- Indonesia untuk pemanfaatan Faba."tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Rusdi