Deputi Lingkungan Hidup Otorita IKN, Myrna Safitri mengatakan, pihaknya melakukan identifikasi terhadap isu-isu lingkungan yang mendesak untuk segera dibicarakan.
Kemudian dikoordinasikan dan disinergikan karena kegiatan konstruksi sedang dilaksanakan di wilayah IKN. Salah satunya adalah masalah pengelolaan sampah.
"Pada dasarnya, IKN mempunyai konsep dalam hal pengelolaan sampah, hal itu kemudian yang dicocokkan dengan kota-kota di sekitarnya," ujarnya kepada awak media di Pemkot Balikpapan, Selasa (1/11/2022).
Ia mengaku akan menemui kepala daerah, mulai dari Gubernur, Walikota Balikpapan kemudian juga nanti Bupati PPU.
Di samping itu dalam pertemuan bersama Walikota Balikpapan, dirinya sampaikan agar membuat platform kerjasama dalam lingkungan hidup dan sumber daya alam antara Otorita dengan Pemerintah kota Balikpapan. Menurutnya dalam hal ini yang paling penting untuk didiskusikan adalah bagaimana sinergi antara pembangunan kabupaten/kota.
"Karena ketika berbicara IKN, tidak hanya dari IKN oleh IKN, melainkan juga bisa untuk Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan," bebernya.
Tak hanya mengenai persolan sampah, soal mangrove dia juga terangkan merupakan ekosistem penting yang harus dijaga. Terutama bagi kota Balikpapan dan juga IKN karena punya sebaran mangrove, yang cukup penting yang ada di Teluk Balikpapan.
"Jadi dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan termasuk Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, berencana akan membangun taman mangrove. IKN sangat membutuhkan itu dan pastinya kami akan mendukung. Karena itu juga merupakan upaya dari penerjemahan kota hutan atau forest City salah satunya adalah hutan mangrove," pungkasnya.[]
Penulis : Laeko
Editor : Rusdi