"Semua pihak harus mengamankan keputusan politik yang sudah diambil oleh negara, karena itu khusus untuk masyarakat di daerah namun juga warga bangsa harus menyambut gembira keputusan IKN dipindahkan dari Jakarta yang sudah pada tingkat titik jenuh dalam semua aspek," ujarnya.
Kepindahan ibu kota ke Kaltim, menurutnya, akan memberikan jawaban dari persoalan menyangkut disparitas pembangunan, posisi kekuasaan yang Jawa Centris.
"Sekarang dengan ibu kota di sini nanti bisa masyarakat lokal dapat mengisi bagian itu. Khusus anak-anak muda entah itu pelajar terutama yang sekolah di kejuruan maupun di universitas tentu harus mempersiapkan diri sebaiknya karena salah satu implikasi penetapan ibu kota ini terjadi pembangunan yang luar biasa," paparnya.
Semua sektor pembangunan, kata Rendi, pemuda harus bersiap-siap untuk mengisi seluruh posisi dalam kegiatan bidang-bidang pembangunan itu yang sekarang luar biasa.
"Misal sekarang fokus pada infrastruktur kira-kira anak daerah sekolah kejuruan berkaitan dengan infrastruktur sudah siap atau dipersiapkan dengan baik apa belum? Kalau tidak jangan nanti teriak-teriak yang ngisi kemudian saudara kita dari luar daerah kita harus persiapkan hal itu untuk kemudian posisi strategis dijabatan penyelenggaraan maupun pengelolaan pemerintah itu harus bersiap-siap," tegasnya.
Kendati secara politik sebagian ASN yang mengisi posisi strategis dalam kaitan pengelolaan pemerintahan, menurut Rendy, ke depan kan mestinya yang menjadi barisan terdepan mengisi posisi itu adalah putra daerah.
"Kita harus persiapkan sebaik-baiknya kalau mau kita tidak menjadi penonton. Kalau kita tidak mau di luar ring berkaitan dengan IKN oleh karenanya semua pihak tentu pemerintah daerah harus mendorong untuk bagaimana mempersiapkan semua terutama masyarakat daerah dalam rangka mengisi peluang IKN," tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah