Usai upacara Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo melalui Kapendam VI Mulawarman Kolonel Inf Taufik Hanif menjelaskan apel tersebut difungsikan untuk memastikan kesiapan TNI AD.
"Seperti yang sudah dilakukan dari amanat Kasad bahwa apel gelar pasukan kesiapsiagaan TNI AD 2022 bertujuan untuk mengecek kesiapan terkait dengan kemungkinan ancaman ke depan," ungkap Taufik.
Ada tujuh atensi yang wajib diimplementasikan para prajurit TNI AD, diantaranya penangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi serta masalah kebencanaan alam.
"Kita tahu di wilayah Kodam VI/Mulawarman juga potensi bencana alam sangat besar terkait dengan banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, ketiga terkait dengan radikalisme,"sebutnya.
Selanjutnya terkait dengan jelang tahun politik pada 2024 mendatang, di mana saat ini tahapan pemilu sudah mulai berlangsung. TNI AD diminta agar tetap netral.
"Keempat terkait dengan Pemilu yang nanti pada 2024, TNI juga harus siap yang terpenting adalah seperti yang disampaikan Kasad untuk pemilu seluruh anggota Kodam harus netral tidak boleh memihak ke Parpol manapun," jelasnya.
Selanjutnya soal ketahanan pangan, di mana Kodam VI Mulawarman sudah memiliki 1000 hektar yang siap ditanami tanaman pangan."Kemudian penanganan stunting serta TNI manunggal air yang sudah kita gelar di tiap-tiap Kodim,"urainya.
Terakhir masalah KTT G20 yang akan di gelar pada pertengahan November 2022 di Bali itu adalah tujuan apel gelar pasukan. Kegiatan itu juga memamerkan sejumlah alutsista milik Kodam VI/Mulawarman.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Supiansyah