Selain itu juga, Gus Miftah memimpin doa bersama atas tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang menewaskan ratusan orang. Kapolda Kaltim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan, Istigasah kebangsaan juga dalam rangka meningkatkan silaturahmi.
"Tentu kegiatan ini untuk menjalin tali silaturahmi dan doa bersama atas tragedi Kanjuruhan, serta semoga situasi Kamtibmas Kaltim senantiasa terjaga dengan baik dan kondusif," ujarnya.
Atas tragedi Kanjuruhan menurut Imam, dijadikan pembelajaran dalam rangka pengamanan kegiatan yang melibatkan pengumpulan massa dalam jumlah banyak. Dia menyebut korban tragedi Kanjuruhan menelan korban jiwa 133 orang, 507 luka ringan, 45 orang luka sedang dan 23 orang luka berat.
"Sehingga ke depannya kami akan bisa membuat suatu pola untuk mengamankan jiwa adalah utama dan pembelajaran kejadian Kanjuruhan jadi hikmah sehingga kita bisa antisipasi agar tidak terulang kembali," bebernya.
Terkait dengan situasi Kamtibmas di Kaltim, Imam mengatakan dalam situasi kondusif."Situasi Kamtibmas dapat dikelola dengan baik,"tuturnya.
Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk dapat bersama-sama mendukung program pemerintah, khususnya pada 2023 mendatang terkait proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proses tahapan Pemilu 2024.
"Mari bersama mengawal agenda besar yakni pembangunan IKN serta dimulainya rangkaian tahapan pemilu. Mari agenda penting ini dikawal dan dilaksanakan keberlanjutan pembangunan sehingga rencana pemerintah tercapai dengan baik," harapnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin