"Ada tiga jenis layanan. Pertama dari ketenagakerjaan, lalu layanan kelurahan dan pelayanan capil (catatan sipil)," kata Adamin Selasa (11/10/2022) siang tadi.
November bulan depan diharapkan masyarakat sudah bisa menikmati layanan tersebut. Sebelumnya Diskominfo Kota Balikpapan juga telah melaksanakan sosialisasi ke sejumlah ketua RT yang selanjutnya diteruskan kepada RT lainnya.
Layanan ini bisa berbasis web maupun mobile aplikasi, mengintegrasikan berbagai aplikasi layanan elektronik yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan di jajaran Pemerintah Kota Balikpapan.
"Diharapkan dari penggabungan atau integrasi ini masyarakat bisa mendapatkan kemudahan cukup dengan satu portal saja. Atau nanti kedepannya cukup dengan satu aplikasi mobile," jelasnya.
Dengan begitu tidak ada lagi aplikasi yang diakses secara terpisah. Kendati sementara ini layanan tersebut masih bisa diakses lewat website, untuk beberapa aplikasi diantaranya ketenagakerjaan dan kelurahan masyarakat masih bisa datang ke kelurahan.
"Tapi nantinya setelah diintegrasikan atau digabungkan, masyarakat tidak perlu datang ke sana cukup mengakses portal tadi. Kalau sudah ada aplikasi mobilenya, cukup login Balikpapan Single Window," sebut Adamin.
Misalnya pengurusan kartu kuning untuk melamar pekerjaan, syarat surat domisili sebagai salah satu syarat dapat diakses via aplikasi tersebut. Syarat-syarat akan diverifikasi oleh dinas teknis atau Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker). "Nanti tinggal upload syarat dan selanjutnya ada tahapan untuk wawancara," papar Adamin.
Sesuai persyaratan, dapat diterbitkan notifikasi dan selanjutnya kartu kuning dapat diunduh langsung. Untuk surat domisili juga bisa diperoleh melalui aplikasi Balikpapan Single Window. "Verifikasi dilakukan kelurahan untuk surat domisili. Lurah akan tandatangani digital, terakhir juga ada notifikasi," ucapnya.
Dengan begitu dua layanan dapat diakses melalui satu aplikasi. Dalam dua bulan ini layanan tiga OPD yang akan dikejar, pertama Disnaker lalu kelurahan dan kependudukan atau layanan Disdukcapil. "Tiga OPD ini akan kami coba di dua bulan ini," sebut Adamin.
Dalam Satu Balikpapan Single Window diharapkan sudah tersedia semua layanan. Paling tidak masyarakat sudah tidak bertanya lagi terkait pengurusan berkas seperti KTP, KK dan lainnya.
"Sebenarnya kami memiliki target jangka menengah dan jangka panjang. Jangka menengah tersebut adalah satu tahun setelah dua bulan nanti. Paling tidak bisa 25 persen. Harapannya satu tahun kemudian, semua sudah satu kesatuan," tutup Adamin.
Penulis: Laeko
Editor: Aspian Nur