"Karena memang kemarin pemilik rumah yang ada di lahan pembangunan RS Balikpapan Barat rumahnya dipakai dulu untuk tahlilan. Jadi kemarin gak jadi, " ujarnya kepada Koran Kaltim.Com, Kamis (6/10/2022).
Meski demikian Zulkifli berharap warga sudah membongkar sendiri semua rumahnya. "Kalau tidak mau membongkar sendiri yah terpaksa kami tertibkan," tegasnya.
Ditanya mengenai kapan Satpol PP melayangkan surat pemberitahuan kembali ke warga, dirinya belum dapat memastikan. "Jadi belum kami tetapkan jadwalnya, ini masih fokus pembongkaran rumah warga yang sudah menerima iuran. Pada dasarnya kami berharap mereka membongkar rumah mereka sendiri tanpa adanya penertiban," jelasnya.
Sementara itu mengenai jumlah warga yang belum mengambil santunan dia katakan untuk hitung-hitungan di atas kertas hanya tinggal empat orang.
"Jadi kami melihatnya mereka yang mengambil santunannya itu kontrolnya. Jadi yang belum mengambil santunan ada empat orang, Dewi, Ismir selaku yang menggugat, Hardi dan Bang Kandarudin. Jadi empat orang ini yang memang belum sepakat. Upaya pendekatan kami pikir sudah sering kami lakukan. Bahkan, bersurat juga sudah belasan kali. Jadi nanti tinggal kita beritahu lagi," pungkasnya.
Penulis: La Eko
Editor: Maruly Zainuddin