"Saya merasa bangga sudah diberikan penghargaan oleh Gubernur dan Kepala BKKBN sebagai bapak dan bunda anak stunting bersama istri saya. Otomatis dengan adanya penganugrahan ini memacu kepada kami jajaran Kodam VI Mulawarman kepada seluruh jajaran untuk bisa membantu nantinya BKKBN yang ada di wilayah untuk mengatasi stunting,"ungkap Tri disela kegiatan.
Dia menuturkan, berdasarkan target pemerintah, sebesar 14 persen agar angka stunting dapat ditekan. "Mudahan program pemerintah ini pada 2024 Kaltim, Kalsel dan Kaltara bisa mencapai angka yang ditekan menjadi 14 persen harapan kita,"ujarnya.
Tercatat dari seluruh jajaran Kodam VI/Mulawarman meliputi Kaltim, Kalsel dan Kaltara angka potensi stunting mencapai 380 ribu."Potensi stunting itu cukup banyak dan itu harus kita tekan sehingga bisa mencapai 14 persen sesuai dengan harapan pemerintah, tentunya kami pasti mengajak stakeholder tidak hanya pemerintah daerah saja dan BKKBN akan tetapi ada perusahaan yang kami ajak untuk bisa menyalurkan CSR-nya di situ,"pintanya.
Gubernur Kaltim Isran Noor memberikan apresiasi kepada jajaran Kodam VI Mulawarman yang ikut berperan aktif dalam kegiatan penurunan angka stunting di Kaltim. "Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI berkotribusi nyata dan bersinergi dengan pemerintah terutama BKKBN yang berupaya melaksanakan percepatan penurunan stunting di Kalimantan Timur," katanya.
Dia menuturkan angka stunting di Kaltim sudah berkurang hingga 6 persen menurut Studi Status Gizi Indonesia ( SSGI ) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Kaltim berada di Balikpapan rata-rata Nasional.
Target Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kaltim saat ini agar mampu menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024 nanti.
Dia juga meminta kepada stakeholder agar membentuk TPPS baik TNI, Polri, Wali Kota agar membentuk TPPS di setiap kabupaten maupun kota hingga ke desa, sehingga aksi nyata penurunan stunting dapat berjalan terpadu dengan hasil yang maksimal.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin