Lima RT yang terdampak yakni, RT 43, 09, 31, 28 dan sebagian RT 19.
Ketua RT 43 Kelurshan Teritip, Kahar kepada Korankaltim.com menjelaskan,, hujan turun lebih deras daripada biasanya. “Di RT saya (43) ada sekitar 80 rumah yang terdampak banjir. Ketinggian air rata-rata 20-30 senti,” tutur Kahar.
Banjir dapat lebih parah jika tidak ada proyek pengendalian banjir yang digarap Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan di bawah Kementerian PUPR.
“Proyek pembuatan saluran air dari BWS itu cukup membantu. Kalau tidak ada saya yakin banjir lebih parah,” kata Kahar.
Hal senada juga dirasakan Muhammad, warga RT 09. Disebutkannya, puluhan rumah terdampak banjir bahkan jadi langganan warga Teritip ini. “Kalau rumah yang kebanjiran bisa puluhan mungkin ratusan,” sebut Saleh.
Air dari Sungai Teritip atau Jembatan Besi Jalan Mulawarman tidak sanggup menampung debit air hingga akhirnya meluap ke rumah warga.
"Setiap hujan deras, pasti rumah warga kebanjiran. Kami berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan banjir di Teritip,” papar Saleh.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur