Kepala BBPJN Kaltim Junaidi mengatakan, dalam hal ini pihaknya akan mengkaji ulang atau mendesain kembali apakah akan dibangun fly over atau underpass.
Meski demikian, untuk fly over kata dia, sudah pernah didesain dari pihak Pemprov Kaltim. "Ruko-ruko di sekitar fly over akan tertutup dan mati," ujarnya, Minggu (11/9/2022).
Oleh karena itu dia katakan, pihaknya akan mencoba membangun underpass, namun terlebih dahulu akan mencari lokasi terkait ada tidaknya untuk kolam retensinya. "Karena pas hujan tentunya harus disedot airnya," jelasnya.
Menurutnya, jika memungkinkan pilihannya yang paling tepat adalah pembangunan underpass, karena pasti lebih pendek dan lebih murah dan space turunan Muara Rapak tidak akan terhalang lagi karena kendaraan yang crossing lewat bawah.
"Gak akan ketemu. Jadi tinggal kita atur bundarannya. Untuk pelaksanaannya Insya Allah karena saat ini sudah ada revisi undang-undang, bahwa APBN itu sudah biasa digunakan untuk membiayai jalan-jalan di daerah,"pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Maruly Zainuddin