"Kami amankan M alias Ram berdasarkan informasi barang tersebut (sabu-sabu) dikendalikan dari Lapas Balikpapan dan kami koordinasi dengan pihak Lapas dan memang benar barang tersebut dikendalikan dari sana," papar Kasubdit I Dit Resnarkoba Polda Kaltim AKBP Hendrik saat menggelar pres confereance di Mapolda Kaltim Selasa (6/9/2022) siang tadi.
WBP tersebut bertugas sebagai operator penghubung, untuk mengatur transaksi narkoba yang akan dilakukan. "Yang dari Lapas dan yang kami amankan juga tidak saling kenal, dia hanya sekadar komunikasi kalau tersangka mendapat perintah mengambil barang dari seseorang penghuni Lapas tapi dari warga binaan Lapas hanya mempunyai tugas untuk menunjukkan lokasi barang kepada tersangka jadi jaringannya putus-putus." Ungkap Hendrik lagi.
Asal sabu-sabu dari luar Balikpapan. "Jadi yang di Lapas sebagai operator saja tapi barang bukan dari Lapas." tegasnya.
Di tempat yang sama Dir Resnarkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynaldo Chairul menjelaskan para narapidana kasus narkoba masih dipercaya oleh jaringan diatasnya. Menurutnya, jaringan diatasnya enggan membentuk jaringan baru.
"Karena mereka yang selama ini berhubungan, mereka tidak mau berhubung dengan orang baru. Pernah kami sampaikan dalam Rakernis bersama Dirjenkumham Kaltim, saya meminta satu hal agar napi narkoba jangan dikasih handphone karena satu detik saja diberi dia bisa mengendalikan peredaran narkoba karena cuma dia yang bisa dihubungi oleh diatasnya." Jelas Rickynaldo.
Sistem peredaran narkoba sedari dulu menggunakan sistem jejak di mana antara pelaku satu dengan pelaku lain tidak saling kenal. "Karena peredaran narkoba dari dulu tetap sama menggunakan sistem jejak. Orang yang pesan beda, yang menerima beda, yang komunikasi beda, yang antar beda, yang makai beda-beda. Biasanya sistem jejak yang kami pelajari bahkan pelaku hanya mengirimkan tanda google map lalu dia pergi dan dikirimkan ke pemesan dengan tanda khusus itu saja," paparnya.
Peredaran ponsel di dalam Lapas seharusnya tidak ada, sehingga para bandar tidak lagi dapat mengendalikan barang haram tersebut. "Mereka tidak pernah bersentuhan dengan masing-masing pelaku, jaringan terputus-putus. Kuncinya orang-orang yang ada di Lapas yang termonitor karena dia yang berhubungan langsung, barang itu tidak akan dikirim karena siapa pemesan dan siapa yang dikasih kepercayaan dia yang mengontrol pendistribusian barang. Maknaya saya minta jangan dikasih HP walau sedetik." tegasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur