Upaya Warga Karang Joang Balikpapan Utara Merawat Meranti, Dijadikan Destinasi Wisata Baru dan Akan Dibuatkan Gazebo hingga Home Stay
3 menit baca3.534 kali dibaca

3 menit baca3.534 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Pohon meranti menjadi salah satu pohon yang terancam punah. Bagaimana tidak, meranti dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang berkualitas nomor wahid. Akibatnya, penebangan terhadap spesies dari famili Dipterocarpaceae banyak dilakukan secara masif.
Populasi pohon meranti semakin terkikis keberadaannya, agar tetap lestari rupanya masyarakat di RT 27 dan 32 KM 15 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara punya cara tersendiri. Hutan pohon meranti yang berada di kawasan hutan lindung Sungai Manggar justru disulap menjadi destinasi wisata baru.
Masyarakat di dua RT itu kompak memegang teguh slogan hutan lestari masyarakat sejahtera. "Kami melindungi dari pelaku penjarahan pohon meranti dan merawat dari rebahnya pohon sengon, karena kalau besar bisa rebah dan menimpa pohon meranti. Makanya kami lestarikan agar anak cucu kita tahu meranti seperti apa, " urai Seksi Pemasaran Wisata Meranti Arif Budiman membuka percakapan awak media Korankaltim.com.
Dengan dibuatnya wisata meranti ini lanjut Arif masyarakat sekitar akan mendapatkan dampak positif. "Tentu dapat sejahtera kami merangkul seluruh masyarakat di area ini kalau wisata meranti jalan, kami buatkan lapak jualan, UMKM dan kita gandeng sesepuh kita kasih bantuan bahwa wisata meranti ini juga menghasilkan nilai ekonomi tanpa merusak."paparnya.
Wisata meranti mulai berdiri sejak 12 Mei 2021 dengan modal swadaya masyarakat yang peduli dengan menjaga kelestarian pohon meranti serta memanfaatkan lahan tidur agar menjadi produktif.
"Modal nekat ada masyarakat yang berkecimpung dalam kehutanan kita duduk ronda ngumpul membicarakan pemanfaatan lahan tidur yang dapat dikelola untuk wisata ya di sini yang disebut wisata meranti," katanya.
Wisata meranti sudah mengantongi izin dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPLH) serta Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk memanfaatkan lahan 77 hektare.
"Yang dimanfaatkan baru 17 hektare yang dikelola SK (surat keputusan) dari KPHL ada Ketua KUPS dan Pokdarwis yang SK-nya keluar 12 Mei 2022 lalu, untuk konsepnya agro forestri dan edukasi serta bermain, " paparnya.
Arif menjelaskan, ada tiga program kerja yang tengah di susun diantaranya program jangka pendek, menengah dan panjang. "Program kerja jangka pendek seperti pembangunan akses jalan, pembuatan spot instagrameble untuk foto serta pembuatan gazebo, untuk jangka menengah akan membuat rumah pohon, spot air, home stay nantinya juga akan dibangun flying fox nyebrang pulau nanti ada jembatan apung dan gantung juga,"sebutnya.
Di kawasan wisata meranti ini, selain pohon meranti juga ada jenis pohon lainnya seperti sengon, laban, ulin, serta jati putih."Kami juga akan tanam berbagai jenis pohon dan juga pohon buah," tuturnya.
Untuk saat ini, kepada para pengunjung yang datang tidak dikenakan biaya akan tetapi pengelola menyediakan kotak sumbangan. "Kalau untuk tahap pertama biaya masuk seikhlasnya saja,"ujarnya.
Akan tetapi kepada pengunjung yang akan melakukan kemping dikenakan biaya bervariasi tentunya dengan harga yang terjangkau. "Tapi kami punya Camping ground malam hari untuk masyarakat umum dihitung per kepala Rp35 ribu untuk dewasa, untuk siswa atau mahasiswa Rp25 ribu dan anak-anak Rp15 ribu saja. Fasilitas kami sediakan ada tenda, api unggun, WC dan ada aula untuk pertemuan atau melakukan rapat kecil,"bebernya.
Dia juga berharap adanya kepedulian para pihak untuk dapat berkontribusi mengembangkan wahana wisata meranti. "Harapan mudahan ada yang melirik dan membantu karena kami swadaya dua RT yakni RT 27 dan 32 Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara seluruh warga RT gabung dan merencanakan pemanfaatan lahan yang banyak pohon meranti ini,"pintanya.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Maruly Zainuddin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG