Ketika itu, RA ditemukan warga di semak-semak sedang kebingungan seorang diri, lalu oleh warga yang menemukan kemudian dibawa ke Kantor Dinsos Balikpapan. Atas laporan itu, Dinsos Balikpapan kemudian berkoordinasi dengan UPTD PPA Balikpapan untuk melakukan konseling dan asesmen.
"Kami kemudian dilakukan asesmen dan PSM (Pekerja Sosial Masyarakat, Red) dari kelurahan setempat kemudian mencari orang tuanya," papar Kepala UPTD PPA Balikpapan Esti Santi Pratiwi, Senin (18/7/2022) siang.
Dari hasil asesmen diketahui bahwa RA merupakan anak spesial atau berkebutuhan khusus. "Memang anak itu ada kebutuhan khusus, kadang ketawa saat mainan sendiri," tuturnya.
Selang beberapa saat petugas PSM kelurahan setempat mendapatkan rumah orang tua RA dan kemudian dilakukan interview.
"Setelah mendapat orang tua memang katanya lagi main lalu hilang dan gak ketemu. Orang tua mengakui gak menjaganya dengan baik. Lalu kami edukasi kepada orang tua memang dia berkebutuhan khusus,"bebernya.
Saat itu, RA masih berumur 14 tahun, akan tetapi tidak memiliki identitas anak di dalam Kartu Keluarga (KK). Sehingga pihak PSM setempat berusaha untuk membantu mengurus identitas agar dapat disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
"Pihak kelurahan melalui Kessos dan PSM mencari jalan agar RA dapat bersekolah, ada satu adiknya laki-laki juga tidak sekolah selain itu anak tersebut juga tidak memiliki identitas. Anak tersebut hasil perkawinan dari orang tua sebelumnya yang bukan warga Balikpapan," ujarnya.
Usai dilakukan penanganan, kemudian RA dikembalikan ke orang tua, bahkan mendapat kabar bahwa RA sudah bersekolah dan menginap di asrama.
"Bapaknya kan sambung yang saat ini, saya kaget meninggalnya kenapa? Karena usai dalam penanganan kami kemudian dikembalikan kepada orang tua, dia juga katanya sempat sekolah dan diasramakan. Wktu itu dijemput oleh bapaknya pada saat lebaran,"urainya.
Bahkan lebih kagetnya lagi ketika mendapat informasi bahwa RA yang masih di bawah umur dan perlu adanya pendampingan khusus sudah menikah siri.
"Kami koordinasi dengan PSM ternyata sudah dikembalikan ke orang tua, kami bari tahu setelah meninggal bahwa dia menikah siri. Kan kasihan anak berkebutuhan khusus. Kami juga tidak tahu dia dinikahkan,"tuturnya.
Esty meminta kepada masyarakat agar selalu peduli dan memberikan informasi terkait adanya perkembangan di masyarakat. Seperti pada kasus ini, agar ke depan cepat dilakukan penanganan.
"Kami meminta kepada masyarakat agar melapor ke kelurahan atau ke petugas terkait menyangkut hal seperti ini agar segera ditinjau dan dilakukan tindakan," tandasnya.
Penulis: Yudi Hadi
Edito: Supiansyah