"Kedatangan Jokowi ini tidak lain hanya sebatas seremonial saja, harusnya mampu memeriksa dan mendengar kasus di lingkar tambang bahkan persoalan lainnya, terlebih Kalimantan Timur ini memiliki catatan buruk atas kematian 40 jiwa korban yang mati di lubang tambang," ujar Salsa.
Menurutnya kedatangan Jokowi ke Bumi Etam akan memperlancar investasi para pemodal yang sudah menelantarkan 1.735 lubang tambang. "Harusnya peran Presiden untuk turun tangan menindak para perusak lingkungan dan menghancurkan ruang hidup," harapnya.
Terlebih ketika presiden datang ke Kaltim justru akan ada perbaikan akses jalan Bandara APT. Pranoto. "Tetapi tidak memperbaiki keadaan rakyat yang tinggal di Kelurahan Tanah Merah yang sudah merasakan pencemaran air akibat perusakan yang dilakukan perusahaan-perusahaan batu bara," sebut Salsa lagi.
Kendati demikian pihaknya menyatakan tidak akan melakukan aksi unjuk rasa terkait kedatangan presiden. "Untuk kegiatan aksi unjuk rasa tidak kami lakukan," tegas Salsa.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur