Usai pertemuan, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengatakan, tujuan mereka datang kesini sebagai tindak lanjut kerja sama di bidang penyediaan bahan kebutuhan pokok.
Di mana jika pada pada pertemuan beberapa waktu lalu, pembahasan hanya lebih ke arah bawang merah saja. Untuk kunjungan hari ini akan diperluas pada kebutuhan pokok strategis yang saat ini Balikpapan masih belum memenuhinya.
"Kan Balikpapan baru 85 persen, itu defisit bahan pokok pangan, seperti padi dan daging. Jadi tujuannya mereka kesini adalah untuk menjajaki kerjasama lagi. Jadi dalam pertemuan tadi kami sarankan untuk kerjasamanya tidak hanya bawang merah saja, melainkan disini ada padi, jagung, cabe, daging sapi dan telur," ujarnya usai pertemuan bersama perwakilan Pemkab Enrekang di Kantor Pemkot Balikpapan.
Kemudian Agus Budi katakan, untuk Pemkot Balikpapan tadi pihaknya sampaikan akan memfungsikan peran perumda di dalam proses kerja sama ini.
Dia terangkan, nanti sebagai operatornya nanti pihaknya akan fungsikan perumda.
"Kemudian hal lain kalau mereka sudah datang ke sini, kemudian kami membeli bahan pokoknya kita juga harus memikirkan pada saat kembali nanti jangan sampai transportasinya kosong. Sehingga nanti tidak terjadi biaya tinggi," bebernya.
Diakuinya beberapa daerah juga sudah mengajukan kerja sama seperti di Polewali Mandar. Kemudian, Enrekang dan Palu. Dirinya menilai hal tersebut merupakan hal baik semua.
"Nanti tinggal kita cari yang paling kompetitif. Contohnya, mungkin seperti bahan pokok yang kita butuhkan tak tersedia di Enrekang, ternyata ada di Polewali Mandar. Kemudian mungkin di dua daerah ini kebutuhan bahan pokoknya tidak ada keduanya, ternyata ada di Palu. Nanti kita akan lihat, kalaupun memang sama-sama menyediakan, kita akan mencari yang paling kompetitif," bebernya.
Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Enrekang, Wahab Cawidu menambahkan bahwa dalam pertemuan pihaknya disambut baik dengan Pemkot Balikpapan.
"Dan ini sangat kami apresiasi dalam bentuk kerja sama nanti. Jadi Kabupaten Enrekang nanti akan menyiapkan semua bahan baku strategis untuk kebutuhan Balikpapan. Kemudian dari sisi penandatanganan kontrak itu akan kami posisikan di akhir bulan ini Juni sampai dengan Juli," ucapnya.
Tak hanya itu, dia terangkan, mengenai produksi di Enrekang dia menilai saat ini cukup melimpah. Sehingga pihaknya harus mencarikan jalan keluar petani ini agar memasarkan hasil taninya dengan harga yang kompetitif.
"Kalau di Enrekang di sana kami ada bawang merah, cabai kentang sayur mayur. Kemudian dari peternakan dan perikanan, daging sapi dalam bentuk beku dan dan kambing," jelasnya.
Ditanya mengenai alasan pihaknya memilih Balikpapan untuk menjalin kerja sama ini. Dia terangkan, Kota Balikpapan dan Enrekang memiliki sejarah tidak bisa dipisahkan.
"Kemudian Apabila Ibu Kota Negara (IKN) sudah berjalan di Kaltim tentu konsumen akan makin bertambah dikarenakan pastinya akan lebih banyak pendatang," pungkasnya.
Penulis: Laeko
Editor: Supiansyah